Aceh Selatan, LenteraEsai.id – Bencana hidrometeorologi dilaporkan masih akan terjadi hingga awal Agustus 2020. Kali ini angin kencan mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh.
Warga meninggal setelah tertimpa pohon berukuran cukup raksasa yang tumbang akibat tiupan angin kencang. Kejadian tersebut bersamaan dengan hujan berintensitas sedang yang turun pada Senin (3/8) siang sejak pukul 10.40 waktu setempat.
Selain seorang meninggal dunia, seorang yang yang lain mengalami luka ringan, serta beberapa rumah dan bangunan lainnya rusak setelah tertimpa batang, dahan dan ranting pohon.
BPBD Kabupaten Aceh Selatan juga melaporkan enam nelayan hilang saat melaut, sedangkan 2 KK mengungsi ke rumah tetangga setelah timbulnya bencana angin kencang. BPBD setempat masih melakukan pendataan jumlah korban yang lebih seksama, pascakejadian.
Kerugian materiil masih terus didata oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Aceh Selatan. Data sementara rumah rusak berat 8 unit dan rusak ringan 5 unit.
Pantauan di lapangan menunjukkan pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik akses jalan. TRC dan dinas terkait segera melakukan penanganan darurat, seperti kaji cepat, pembersihan pohon tumbang, dan pencarian korban yang hilang.
Angin kencang dirasakan warga di sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan. Sembilan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Bakongan, Pasie Raja, Sawang, Meukek, Labuhanhaji, Labuhanhaji Timur, Kluet Utara, Samadua dan Bakongan Timur.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap fenomena angin kencang atau angin puting beliung. Fenomena yang biasa terjadi saat pergantian musim ini diidentifikasi dengan tanda-tanda, seperti pertumbuhan awan Cumulus. Sehari sebelumnya, udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
Di antara awan tersebut, ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi mirip bunga kol. Awan tiba-tiba berubah warna dari putih menjadi gelap (awan cumulonimbus). Durasi fase pembentukan awan hingga fase awan lenyap berlangsung paling lama sekitar 1 jam, demikian pihak BPBD. (LE-AC)







