Cegah Jerat Pinjol, Pegadaian Perkuat Sinergi dengan Media di Denpasar

Pegadaian
Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, dalam kegiatan media gathering yang digelar di The Gade, Denpasar, Selasa (28/4/2026) - (Foto: Dok LenteraEsai)

Denpasar, LenteraEsai.id – PT Pegadaian terus memperkuat peran sebagai agen inklusi keuangan dengan menggandeng media dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, dalam kegiatan media gathering yang digelar di The Gade, Denpasar, Selasa (28/4).

Edy menegaskan bahwa sinergi dengan media menjadi langkah strategis untuk menghadirkan informasi keuangan yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami publik. “Media diharapkan menghadirkan berita berbasis fakta dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 80 persen, namun tingkat literasi keuangan masyarakat masih berada di kisaran 50 persen. Kesenjangan ini dinilai menjadi salah satu penyebab masih maraknya masyarakat yang terjebak dalam praktik pinjaman online ilegal.

Sebagai bagian dari upaya menjembatani kesenjangan tersebut, Pegadaian terus mengembangkan berbagai produk dan layanan keuangan yang mudah diakses, inklusif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Perusahaan yang merupakan bagian dari Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM ini memiliki visi menjadi perusahaan keuangan yang humanis, inklusif, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Pegadaian dikenal luas melalui layanan gadai sebagai solusi pembiayaan cepat berbasis jaminan barang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini juga aktif melakukan transformasi digital serta diversifikasi produk, termasuk layanan berbasis syariah.

Salah satu layanan unggulan yang terus disosialisasikan adalah pembiayaan berbasis syariah. Berbeda dengan sistem konvensional yang menggunakan bunga, produk syariah Pegadaian menggunakan akad sesuai prinsip Islam seperti rahn (gadai), ijarah (sewa), dan qardh (pinjaman kebajikan). Sistem ini menekankan keadilan, transparansi, serta bebas dari unsur riba, sehingga semakin diminati masyarakat.

“Layanan syariah kini tidak hanya tersedia di outlet, tetapi juga dapat diakses secara digital melalui aplikasi Pegadaian Digital, sehingga semakin memudahkan masyarakat,” kata Edy.

Selain itu, Pegadaian juga menghadirkan berbagai program pembiayaan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya adalah program dana talangan untuk kebutuhan ibadah seperti umrah ke Arab Saudi, perjalanan rohani (tirtayatra) ke India, hingga kunjungan religi ke Vatikan. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat merencanakan perjalanan spiritual secara lebih terjangkau.

Pegadaian juga memiliki produk “Gadai Peduli” yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro untuk mendapatkan akses pembiayaan dengan biaya ringan. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Di sisi lain, melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Pegadaian turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, mulai dari pelatihan kewirausahaan, bantuan pendidikan, hingga program penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Pegadaian berharap dapat memperluas jangkauan layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan. (LE-003)

 

 

Pos terkait