Denpasar, 23 Agustus 2025 — Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus kembali menggelar UMK Academy 2025, kali ini di Kantor Sales Area Retail Bali. Program pelatihan ini diikuti 36 peserta secara luring dan 80 peserta daring.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Surabaya. UMK Academy menjadi wadah pembelajaran bagi UMKM binaan Pertamina dengan kurikulum terstruktur serta bimbingan dari pemateri berpengalaman. Program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan Pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk selalu mendampingi UMK agar dapat naik kelas dan memiliki daya saing.
“Pertamina UMK Academy merupakan satu satunya program pembinaan UMKM di Indonesia yang terintergrasi dengan kurikulum yang sudah paten. Harapannya setelah menjadi binaan Pertamina akan terus berkembang hingga menjadi bisnis yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Ahad.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Bali, Endo Eko Satryo, menyebut bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga rumahnya UMKM yang penuh daya saing.
“Ada beberapa kelebihan UMKM Bali yang patut dibanggakan yaitu produk yang berakar dari kearifan lokal, kualitas yang diakui secara global, kreativitas tanpa batas dan dukungan dari sektor pariwisata dengan datangnya jutaan wisatawan bisa menjadi pasar potensial sekaligus promosi alami bagi produk-produk UMKM Bali,” tutup Endo.
Terdata sampai saat ini tercatat sejumlah 355 mitra binaan Pertamina di wilayah Bali yang terdiri dari 275 mitra dari Rumah BUMN Pertamina dan 80 mitra binaan langsung Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus.
Dalam pelatihan tersebut peserta dibekali dengan pengetahuan tentang Business Model Canvas (BMC), Riset dan Analisis Pasar serta materi terkait ekspor. Pertamina berharap melalui treatment pelatihan yang terstruktur dan konsisten UMKM bisa berkembang dan menjadi naik kelas.
Dalam kegiatan pelatihan ini berkesempatan hadir, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan yang menyampaikan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional.
Menurutnya, jika UMKM kuat maka otomatis daya beli masyarakat meningkat, lapangan kerja bertambah, dan ekonomi tumbuh lebih sehat.
“UMKM adalah lokomotif pertumbuhan ekonomi. Kalau UMKM kuat, industri padat karya juga berkembang, tenaga kerja mendapat pendapatan, dan daya beli masyarakat ikut menguat,” katanya.
Alit Kelakan menambahkan, dukungan dari BUMN, termasuk Pertamina, menjadi prioritas penting untuk memperkuat UMKM agar tetap mampu menopang perekonomian nasional di tengah tantangan global.
Ia menekankan bahwa keberadaan UMKM dan industri manufaktur padat karya tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (LE-Vivi)







