Denpasar, LenteraEsai.id – Menjelang digelarnya Panjer Festival 2025, Sekaa Gong Githa Semara Ratih asal Banjar Maniksaga, Desa Adat Panjer, Denpasar Selatan, intensif menggelar latihan. Antusiasme para penabuh yang rata-rata masih anak-anak dan remaja ini terlihat dari semangat mereka mempersiapkan penampilan terbaik.
Panjer Festival akan berlangsung pada 12–14 September 2025 dengan mengusung tema JATAYU atau “Jiwa Terampil yang Unggul”. Agenda tahunan ini menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, hingga ekonomi kreatif, mulai dari lomba ogoh-ogoh mini, rindik berpasangan, lomba gender, hingga lomba pakaian adat ke pura untuk pralansia. Festival juga akan dimeriahkan konser musik dengan menghadirkan artis nasional.
Kelian Adat Banjar Maniksaga, I Ketut Suriatha, menjelaskan Sekaa Gong Semara Ratih beranggotakan 18 orang yang rutin berlatih tiga kali seminggu. Latihan difokuskan pada tabuh-tabuh bebarongan, sebagai persiapan menghadapi Parade Seni Budaya Baleganjur Bebarongan yang akan diikuti delapan sekaa dari seluruh banjar di Desa Adat Panjer.
“Pesertanya masih beragam, ada yang tingkat SD, SMP, SMA, bahkan ada dua dari kalangan STT. Dari total 18 orang, 14 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka masih tahap belajar, tapi semangatnya luar biasa,” kata Suriatha kepada LenteraEsai, Sabtu (23/8/2025) pagi.
Meski begitu, ia tak menampik adanya kendala, terutama keterlambatan anak-anak saat latihan karena sebelumnya sudah banyak bermain. “Sering mereka datang terlambat atau cepat merasa capek, misalnya habis main layangan. Tapi tetap, semangat mereka patut diapresiasi,” ujarnya.
Dengan persiapan yang semakin matang, Sekaa Gong Semara Ratih optimistis dapat memberikan penampilan terbaik nan menggetarkan sekaligus menjadi bagian penting dalam menghidupkan nuansa seni dan budaya pada Panjer Festival 2025 mendatang. (LE-Vivi)







