BIH KEK Sanur Hadirkan Prosedur TAVI Tangani Kasus Jantung

BIH KEK Sanur hadirkan prosedur TAVI tangani kasus jantung
Bali International Hospital KEK Kesehatan Sanur mulai layanan prosedur TAVI buat tangani kasus jantung, Denpasar, Senin 9/3/2026. (Foto: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Denpasar, LenteraEsai.id – Bali International Hospital (BIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur resmi menghadirkan prosedur Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) untuk menangani kasus jantung.

“Hari ini merupakan tonggak sejarah, kami bangga mengumumkan keberhasilan tim medis dalam melaksanakan prosedur TAVI yang pertama di rumah sakit ini, sebagai bagian KEK Kesehatan Sanur, kami berkomitmen menghadirkan layanan medis kelas dunia yang selama ini hanya bisa didapatkan masyarakat Indonesia dengan pergi ke luar negeri,” kata Chief of Commercial & Operations Bali International Hospital, Noel Yeo di Denpasar, Senin.

Bacaan Lainnya

Noel menjelaskan kehadiran prosedur TAVI ini dibantu oleh Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), dimana keberhasilan sudah dibuktikan lewat tindakan operasi pada 7 Maret 2026, oleh dokter spesialis jantung asli Bali, yaitu Dr I Made Junior Rina Artha, Sp.JP, SubSp.Kl.,IKKv(K).

Tindakan TAVI dilakukan untuk pasien dengan stenosis aorta berat, kondisi penyempitan katup jantung membuat pasien berisiko gagal jantung hingga kematian jika tidak ditangani, belum lagi risiko tinggi operasi jantung terbuka atau harus mencari pengobatan ke luar negeri dengan biaya yang sangat besar.

Sehingga, hadirnya prosedur modern ini untuk menjawab harapan pemerintah ke KEK Kesehatan Sanur agar 2 juta penduduk Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk berobat kini tidak perlu jauh-jauh lagi.

“Keberhasilan prosedur hari ini membuktikan bahwa fasilitas, tenaga medis dan teknologi yang kita miliki sudah siap untuk menangani kasus-kasus jantung yang kompleks dengan risiko minimal bagi pasien. TAVI bukan sekadar prosedur medis bagi kami, ini adalah simbol dari visi kami untuk menjadikan Bali sebagai destinasi wisata medis utama di Asia Tenggara, kami ingin memastikan setiap pasien lokal maupun internasional mendapat perawatan yang paling inovatif dan penuh empati,” katanya.

Dokter spesialis jantung, I Made Junior Rina Artha menjelaskan prosedur TAVI ini menjadi yang pertama kali hadir di Bali.

Ini adalah prosedur penggantian katup jantung tanpa melakukan operasi terbuka, prosesnya berlangsung sekitar 2 jam dengan hanya membuat lubang kecil di lipat atau arteri paha, lalu masukkan katup yang baru untuk menggantikan katup yang sudah rusak.

“Pasien yang sudah kita kerjakan adalah pasien berusia 78 tahun, beliau menderita penyempitan katup aorta yang sangat berat, sehingga menyebabkan keluhan sesak napas dan cepat lelah, prosedur berjalan lancar dan saat ini pasien sudah dalam kondisi stabil di ruang pemulihan,” kata dia.

Prosedur ini memiliki risiko lebih rendah serta waktu pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi konvensional, yaitu dapat pulang dalam waktu 48-72 jam, sehingga menjadikannya alternatif.

Menyambung hal itu, CEO Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), Steven Tse menyampaikan kehadirannya di Indonesia untuk membantu memperkuat akses layanan jantung berkualitas di kawasan Asia.

Selain Bali berada di lokasi strategis dengan pasar yang membutuhkan layanan ini, Steven mengatakan pemilihan KEK Kesehatan Sanur karena menyenangkan dapat bekerja dengan tim lokal.

Apalagi, KEK Kesehatan Sanur yang didukung pemerintah ini dibentuk berskala internasional dengan segala fasilitas modern yang membuat dokter-dokter dari Hong Kong tersebut dengan senang hati membantu.

“Setiap jalan menuju pemulihan dimulai dari lingkungan, dan lihat lah rumah sakit ini, hampir seperti surga, dokter-dokter kami senang berada di sini, mereka merasa santai, maka kami yakin berada di Bali dan ini kawasan ekonomi khusus banyak kebijakan bagus yang mendukung kami,” ujarnya. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait