Kemendikdasmen Dalami Kasus Meninggalnya Siswa SD di Ngada NTT

Kemendikdasmen Dalami Kasus Meninggalnya Siswa SD di Ngada NTT
Surat yang ditinggalkan oleh korban untuk ibunya.

Jakarta, LenteraEsai.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan akan menelusuri peristiwa meninggalnya seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga dipicu keterbatasan ekonomi keluarga.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya belum menerima laporan lengkap terkait kejadian tersebut. Ia menegaskan kementeriannya akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui duduk perkara peristiwa itu.

Bacaan Lainnya

“Nanti akan kami dalami. Saya belum mendapatkan informasi detailnya,” ujar Mu’ti saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, Kemendikdasmen akan memastikan penyebab kejadian serta kondisi yang melatarbelakanginya sebelum mengambil langkah lanjutan.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas insiden yang menimpa anak tersebut. Menurutnya, peristiwa itu menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, bersama pemerintah daerah setempat.

“Kami turut prihatin dan berduka. Ini menjadi atensi kita bersama. Pemerintah perlu memperkuat pendampingan serta memastikan tidak ada keluarga miskin maupun miskin ekstrem yang luput dari pendataan,” kata Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul.

Ia menekankan pentingnya penguatan basis data kesejahteraan sosial agar seluruh keluarga yang membutuhkan, terutama yang berada pada kategori miskin ekstrem (desil-1) dan miskin (desil-2), dapat terjangkau program perlindungan dan pemberdayaan pemerintah.

Menurut Gus Ipul, data yang akurat menjadi kunci agar bantuan sosial, rehabilitasi, dan program pemberdayaan dapat diberikan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Peristiwa tersebut melibatkan seorang siswa SD di Kabupaten Ngada yang meninggal dunia dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya. Anak tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak. (LE-VJ)

Pos terkait