Disdikpora Bali Catat Masih Ada Ketimpangan Pendaftar Jalur Domisili

Disdikpora Bali catat masih ada ketimpangan pendaftar jalur domisili
Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali I Komang Agus Kariasa saat melakukan sosialisasi SPMB 2026 tahap kedua di Denpasar, Bali. ANTARA/HO-disdikpora

Denpasar, LenteraEsai.id – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali mencatat masih ada ketimpangan pendaftar pada jenjang SMA/SMK negeri untuk tahap kedua atau jalur domisili SPMB 2026.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali I Komang Agus Kariasa di Denpasar, Senin, mengatakan berdasarkan rekapitulasi sementara, sejumlah sekolah di luar pusat kota masih jauh dari target daya tampung.

Bacaan Lainnya

“Bahkan, pada jalur domisili kependudukan, beberapa sekolah belum memperoleh satu pun pendaftar,” ungkapnya.

Berakhirnya pendaftaran SPMB 2026 tahap kedua jalur domisili jenjang SMA/SMK negeri di Bali tidak hanya memperlihatkan ketatnya persaingan di sekolah-sekolah favorit, namun juga menunjukkan masih besarnya kesenjangan minat calon peserta didik terhadap sejumlah sekolah negeri di berbagai daerah.

Komang Agus mencontohkan seperti SMA Negeri 1 Marga, Tabanan, menjadi sekolah dengan kondisi paling mencolok.

“Dari kuota 130 siswa yang disediakan melalui jalur domisili kependudukan, belum ada satu pun calon murid yang mendaftar,” katanya.

Situasi yang sama terjadi di SMAN 1 Atap Klumpu, Klungkung, yang juga belum menerima pendaftar untuk kuota 22 siswa.

Ketimpangan pendaftar juga terlihat di SMA Negeri 1 Payangan, Gianyar, yang baru memperoleh enam pendaftar dari daya tampung 108 siswa, SMA Negeri 3 Mengwi, Badung, dengan tujuh pendaftar dari kuota 65 siswa, serta SMAN Satu Atap Nusa Penida yang hanya menerima tiga pendaftar dari kuota 65 siswa.

Disdikpora Bali memotret kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi sejumlah SMA negeri di kawasan perkotaan yang justru mengalami lonjakan peminat, karena dianggap sekolah favorit.

Ia mencontohkan SMA Negeri 7 Denpasar tercatat menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 328 orang untuk kuota 86 siswa.

Disusul SMA Negeri 4 Denpasar dengan 317 pendaftar, SMA Negeri 2 Denpasar sebanyak 316 pendaftar, SMA Negeri 2 Abiansemal 217 pendaftar, dan SMAN 1 Abang yang menerima 189 pendaftar.

Perbedaan jumlah pendaftar tersebut menunjukkan bahwa persebaran minat calon peserta didik terhadap sekolah negeri di Bali masih belum merata.

Disdikpora Bali menduga faktor lokasi, aksesibilitas, reputasi sekolah, hingga persepsi masyarakat masih menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan sekolah.

Pendaftaran SPMB 2026 tahap kedua melalui jalur domisili sendiri resmi ditutup pada Kamis (2/7) lalu.

Saat ini, Disdikpora Bali memasuki tahapan verifikasi dan validasi seluruh dokumen pendaftar sebelum hasil seleksi diumumkan.

Komang Agus mengatakan seluruh data calon murid sedang diperiksa secara menyeluruh guna memastikan kesesuaian dokumen dan persyaratan yang diajukan.

“Setelah penutupan pendaftaran, tahapan yang dilakukan adalah verifikasi dan validasi data, proses ini penting agar seluruh calon murid yang dinyatakan lolos benar-benar memenuhi ketentuan sesuai jalur yang dipilih,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan sesuai ketentuan dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Pengumuman hasil seleksi tahap kedua sendiri dijadwalkan pada 9 Juli 2026, setelah seluruh tahapan verifikasi dan validasi dinyatakan selesai. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait