Disdik Susun Kesepakatan dengan Orang Tua Buntut Guru Sering Diadukan

Disdik Susun Kesepakatan dengan Orang Tua Buntut Guru Sering Diadukan
Dokumentasi Kepala Disdikpora Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia saat diwawancara terkait isu pendidikan di Denpasar, Bali. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

Denpasar, LenteraEsai.id – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali saat ini sedang menyusun rancangan kesepakatan antara sekolah dan orang tua calon siswa pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

“Untuk penerimaan siswa baru 2026 kami menyusun ekosistem, jadi ada kesepakatan pada saat pendaftaran ulang orang tua murid sudah menandatangani kesepakatan dengan satuan pendidikan,” kata Kepala Disdikpora Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.

Bacaan Lainnya

Wesnawa di Denpasar, Minggu, menjelaskan kebijakan ini muncul di SPMB 2026 melihat kondisi belakangan dimana guru kerap diadukan atau diprotes padahal sudah menjalankan tugas yaitu mendidik.

“Ini agar orang tua menyepakati anaknya diberikan pembelajaran atau pendidikan di satuan pendidikan itu, jadi nanti tidak serta merta ketika orang tuanya tidak bisa mendidik karakter atau etika menjadi salahnya satuan pendidikan, kan kasihan gurunya,” ujar Wesnawa.

Disdikpora Bali sendiri menemukan banyak kasus terkait, seperti ketika seorang guru meminta murid maju ke depan kelas menjawab soal, ternyata murid tersebut tidak mampu menjawab, dan berujung mengadu ke orang tuanya.

“Ketika anak tidak mampu menjawab soal akhirnya dimarah atau dibentak langsung playing victim dan menyebut gurunya ini itu, itu kan hal yang salah, semestinya orang tua introspeksi anak ini bagaimana di rumah, apalagi sekolah kan menerima zonasi bukan berbasis kemampuan siswa,” kata dia.

Oleh karena itu penandatanganan kesepakatan antara sekolah dan orang tua calon siswa akan dilakukan pada SPMB 2026.

Tak hanya untuk jenjang pendidikan SMA/SMK, kesepakatan juga akan dibuat pada SPMB sekolah dasar dan SMP.

Saat ini tim Disdikpora Bali dan kabupaten/kota sedang proses penyusunan poin-poin yang akan dimuat dalam kesepakatan.

“Ini kami membuat terobosan-terobosan, kami juga kemarin sudah mengumpulkan Disdikpora kabupaten/kota, sosialisasi modul SDM Bali Unggul sebagai program prioritas Pemprov Bali,” ucap Wesnawa.

“Kami ingin mengembalikan marwah ke tugas dan fungsi masing-masing, satuan pendidikan ya mendidik, ini bukan demi guru tapi ekosistem pendidikan tegakkan kembali, kita pasti rindu dunia pendidikan yang dulu,” sambung Wesnawa. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait