Mangupura, LenteraEsai.id – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti memimpin rapat paripurna DPRD Badung Senin,6 Juli 2026 siang. Berlangsung di ruang rapat Utama Gosana Sekretariat DPRD Badung. Agenda rapat paripurna itu yakni penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban(LKPJ) Bupati Badung APBD TA 2025.
Setelah peserta rapat dinyatakan qorum, Ketua DPRD Badung Anom Gumanti pukul 11.00 Wita membuka rapat paripurna. Ditandai dengan mengetokkan palu pimpinan tiga kali. Seraya menyapa para undangan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Badung dan seterusnya. Anom Gumanti didampingi para Wakil Ketua DPRD Badung.
Ketua DPRD Badung Anom Gumanti selanjutnya menyilakan Bupati Badung Adi Arnawa menyampaikan LKPJ TA 2025. Pukul 11.26 Wita Bupati Badung Adi Arnawa pun beranjak menuju mimbar untuk membacakan naskah LKPJ Bupati Badung TA 2025. Dimulai dengan dengan memberi hormat pada undangan dan hadirin.Tampak pria asal Desa Pecatu, Kuta Selatan tersebut begitu sampai pembacaan angka-angka dalam LKPJ, ia sangat berhati-hati. Karena deretan angka sangat panjang (bilangan triliunan). Tetapi secara umum pembacaan LKPJ 20 halaman itu berjalan lancar. Dalam APBD TA 2025 antara lain disebutkan target pendapatan asli daerah Rp 10 triliun lebih tidak tercapai. Realisasi cuma Rp 8 triliun lebih. Serta dalam pelaksanaan APBD 2025 terdapat Silpa (sisa lebih anggaran) cukup besar, yakni Rp 1,19 triliun.
Usai rapat paripurna awak media menanyakan target PAD yang tidak tercapai dan silpa anggaran itu. Bupati Adi Arnawa menjawab PAD Badung TA 2025 tidak tercapai, karena ada berbagai analisis terhadap potensi yang ada. Yakni dari retribusi dan pajak daerah. Maka dipasang angka Rp 10 triliun lebih. Memang akhirnya tidak terdapat padahal Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung sudah bekerja maksimal. Sedang adanya silpa karena sikap kehati-hatian. Toh sisa anggaran yang ada bisa digunakan TA 2026.
“Dinas Pendapatan sudah menggenjot potensi PAD yang ada. Ya dapatnya mentok di angka Rp 8 triliun lebih itu. Sebelumnya memang ada analisa potensi besar, maka dipasang target PAD Rp 10 triliun lebih,” papar Adi Arnawa.
Ketua DPRD Badung Anom Gumanti menjelaskan, LKPJ Bupati Badung nantinya akan dipelajari fraksi -fraksi DPRD Badung. Hasil kajian nanti akan disampaikan dalam pandangan fraksi. Termasuk adanya silpa yang cukup besar. ” Kalau nanti memang ada yang dipandang belum maksimal, DPRD Badung akan mengeluarkan rekomendasi. Supaya eksekutif memperbaiki kinerjanya,” janjinya.
Pewarta: Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







