judul gambar

Pemprov Bali Rancang Penerapan AI di Turyapada Tower Buleleng

Kepala Diskominfos Bali I Gede Pramana saat diwawancara soal penerapan AI di Turyapada Tower, di Denpasar, Sabtu (15/6/2024). (Foto: ANTARA)

Denpasar, 15/6 (ANTARA/LE) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merancang penerapan artificial intelligence (AI) atau teknologi kecerdasan buatan di menara pemancar Turyapada Tower, di perbukitan Kabupaten Buleleng yang sedang digarap saat ini.

“Kami akan gunakan AI untuk mengatur Turyapada Tower itu, bagaimana kunjungan wisatawannya, serta memberikan informasi dan kondisi jalan sekitarnya agar kendaraan tidak menumpuk di sana,” kata Kepala Diskominfos Bali I Gede Pramana di Denpasar, Sabtu (15/6/2024).

Bacaan Lainnya

Kadis Pramana yang diwawancara usai Seminar Artificial Intelligence di KEK Kura-kura Bali itu berharap dengan menggunakan bantuan teknologi baru, ada penyebaran wisatawan di destinasi sekitar Turyapada Tower.

Terkait anggarannya, Pemprov Bali menyiapkan dana khusus, sebab jika tidak dilakukan maka Bali akan tertinggal jauh, katanya, menjelaskan.

Kepala Diskominfos Bali menyampaikan proyek menara setinggi 146 meter itu saat ini progresnya sudah mencapai 98 persen. Pemprov Bali sedang melakukan proses-proses uji coba terhadap proyek pemancar tersebut, setelah itu menghubungkan dengan jaringan siaran televisi dan menyelesaikan sejumlah bangunan pendukung.

Diketahui, selain menara pemancar, Turyapada Tower di perbukitan Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng itu akan dilengkapi daya tarik wisata dan pertumbuhan ekonomi melalui wahana edukasi berupa planetarium, laboratorium pendidikan, sky walk, restoran putar, jembatan kaca, museum komunikasi dan fasilitas glamping.

“Sekarang tinggal jembatan kaca karena memang memerlukan ketelitian yang benar dengan ornamen-ornamen Bali. Itu yang masih berat kami kerjakan, mudah-mudahan cuaca tidak mengganggu, doakan tanggal 4 Juli bisa selesai semua,” ujar Pramana, menjelaskan.

Di Pemprov Bali sendiri, menurutnya, teknologi AI kini baru diterapkan untuk menganalisa respons masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah, di mana ke depan akan dikembangkan ke sektor pariwisata. (ANT/LE)

Pos terkait