Mangupura, LenteraEsai.id – I Nyoman Satria, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Badung, pada 27 Maret 2024 lalu diketahui menerima kunjungan dua rombongan tamu, yakni unsur pimpinan Komisi II DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, dan dari DPRD Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kedua rombongan yang adalah kolega wakil rakyat itu, diterima di ruang Bapemperda Gedung DPRD Badung di Mangupura.
Nyoman Satria yang anggota FPDI Perjuangan dari Dapil Mengwi, tercatat sudah empat periode bercokol di DPRD Badung. Selama ini ia boleh dibilang spesial penerima kunjungan kerja dari DPRD daerah lainnya. Karena yang bersangkutan sangat menguasai proses penyusunan APBD dan data-data keuangan daerah dan sebagainya.
Tamu yang diterima pertama adalah rombongan DPRD Kota Bogor, kemudian disusul rombongan DPRD Kabupaten Blitar. Menariknya, Satria hanya seorang diri menerima tamu-tamunya. Ketika itu ia mengenakan pakaian adat Bali, kain, kemeja dan berdestar.
Satria yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Badung dalam Pileg 2024, tampak menerima tamu-tamunya dengan santai. Meladeni pertanyaan-pertanyaan tamunya tentang keuangan daerah, pajak daerah, pendapatan asli daerah (PAD), tentang penyusunan APBD dan sebagainya. Sekali-kali pertemuan diselingi guyonan dan ‘joke-joke’ segar, sehingga suasana pertamuan menjadi penuh warna.
Satria mengungkapkan, APBD Badung TA 2023 mencapai Rp8,5 triliun lebih. PAD Rp7 triliun lebih, terbesar bersumber dari pajak hotel, restaurant, pajak reklame dan lainnya. Karena memang Kabupaten Badung 80 pendapatan PAD dari sektor pariwisata. Sedangkan APBD Badung pada TA 2024 ini, dirancang sebanyak Rp9 triliun lebih.
“Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk membiayai gaji pegawai, jaminan kesehatan masyarakat secara gratis, pendidikan, jaminan sosial, dan sektor-sektor lainnya secara proporsional. Promosi pariwisata ke luar negeri setahun sekali untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain itu juga untuk didistribusikan ke kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali,” ujarnya.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Badung itu juga menyebut, Kabupaten Badung terdiri atas 6 kecamatan, yakni Petang, Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara, Kuta dan Kecamatan Kuta Selatan. Di mana potensi yang dimikiki ke enam wilayah kecamatan itu, berbeda-beda. Kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi dominan pertanian dalam arti luas. Sedang tiga kecamatan lainnya, Kuta, Kuta Selatan dan Kuta Utara dominan potensi pariwisata dan perdagangan. ucapnya.
Rombongan DPRD Kota Bogor yang dipimpin ketuanya Muhamad Muhlis, menyertakan sebanyak 13 anggotanya, sementara rombongan DPRD Blitar yang dipimpin Suwito, menyertakan 9 anggota wakil rayat. Acara diakhiri bertukar cenderamata berupa vandel lambang daerah.
Usai menerima tamu-tamunya, Satria menjawab awak media massa mengatakan, kedua rombongan tamunya ingin mengetahui pengembangan pariwisata di Badung yang nantinya dapat diterapkan untuk meningkatkan PAD di masing-masing daerahnya. Selebihnya diisi diskusi.
“Kepada rombongan DPRD Kota Bogor dan Kabupaten Blitar, saya tadi menjelaskan bahwa PAD Badung bertumpu pada pariwisata. Untuk memaksimalkan pajak daerah selalu dilakukan pendataan. Bagi usaha yang belum memiliki izin diminta mengurus izin. Didata juga pembayar pajak, jangan sampai terjadi tunggakan pajak terlalu banyak,” katanya.
Ditambahkan Satria, selain itu Pemkab Badung dengan pengusaha selalu membenahi objek-objek wisata berikut kelengkapan fasilitasnya, termasuk infrastrukur. Yang tidak kalah pentingnya Pemkab Badung bersama DPRD Badung setiap tahun melakukan promosi pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Terakhir ke Jerman.
Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







