BadungHeadlines

Ketua DPRD Badung Minta KPU Bekerja Profesional Sesuai Tupoksi

Mangupura, LenteraEsai.id – Agenda kerja Ketua DPRD Badung I Putu Parwata sejak Rabu pagi hingga siang hari, 22 November 2023 tergolong sangat padat. Sebelum menerima audiensi dari sejumlah kelompok masyarakat, ia mengaku baru saja balik dari Mapolres Badung di Mengwi untuk menghadiri suatu acara.

Sedangkan di ruang tunggu tempat kerjanya sudah banyak kelompok masyarakat menanti untuk beraudiensi. Antara lain rombongan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung, Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Badung. Ada juga Dewan Perwakilan Mahasiswa Parlemen Nitidyaksa Universitas Udayana (Unud) dan tokoh-tokoh Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Ketua DPRD Badung Putu Parwata pun harus mengatur waktu dengan ketat menerima kelompok-kelompok masyarakat yang datang, supaya semua bisa diterima sesuai keinginan mereka. Diawali menerima lima orang komisioner KPU Badung dipimpin ketuanya I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra. Menyusul tiga orang anggota Dewan Mahasiswa Unud, PWKI Badung, dan terakhir rombongan besar para tokoh baik unsur desa dinas maupun prajuru Desa Adat Munggu. Audiensi tokoh-tokoh Munggu dipimpin Perbekel Munggu I Ketut Darta.

Dalam kesempatan menerima kelompok-kelompok masyarakat yang datang beraudiensi tersebut, Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengawalinya dengan permohon maaf tidak bisa berlama-lama. Karena pukul 11.00 Wita harus menghadiri suatu acara di Sanur, Kota Denpasar.

Selesai menerima keempat kelompok masyarakat, kepada awak media massa Putu Parwata menjelaskan, hari ini Rabu (22/11), dirinya banyak menerima audiensi kelompok masyarakat. Selain itu juga harus menghadiri beberapa undangan acara di luar kantor.

“Pada komisioner KPU Badung saya memberi masukan supaya mereka bekerja profesional sesuai tupoksi dan tahapan pemilu. Baik pilpres, pileg maupun pilkada. Pemilu perlu dilaksanakan dengan riang gembira sehingga berjalan dengan lancar, aman, tertib dan sukses. Serta memberi rasa keadilan kepada semua kontestan,” ucapnya.

Bukan hanya itu, kata Parwata, karakteristik Kabupaten Badung berbeda dengan daerah lainnya. Yakni menjadi objek kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara. Di mana pelaksanaan pesta demokrasi akan menjadi perhatian dan tontonan mereka yang datang ke Badung.

Sementara mengenai kedatangan tokoh-tokoh adat dan dinas dari Desa Munggu, menurut Parwata mereka menyampaikan keinginan menata desanya agar lebih maju ke depannya. Diawali memperbaiki kantor desa, tempat suci, infrastruktur desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Visi misi Bupati Badung adalah mewujudkan masyarakat bahagia. Nah kalau masyarakat luar Badung saja dibantu, masak masyarakat Munggu (Badung) tidak dibantu. Artinya, Pemerintah Kabupaten Badung akan mendukung dan mensuport program mereka. Saya tadi ingatkan mereka supaya menjaga persatuan dan kesatuan,” kata pria asal Desa Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung itu.

Mengenai kehadiran PWKI Kabupaten Badung dan Dewan Mahasiwa Unud, keduanya dikatakan akan melaksanakan kegiatan pertemuan. Pemkab Badung mendukung dengan menyediakan fasilitas dan bantuan lainnya. Karena pada prinsipnya Pemkab Badung mendukung setiap kegiatan yang positif dan dari organisasi yang legal. Baik itu kegiatan keagamaan maupun kegiatan mahasiswa, olahraga, yowana dan kegiatan lainnya.

Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan

Lenteraesai.id