Ratusan Orang Terlibat Dalam Simulasi Evakuasi Bencana di ITDC Nusa Dua Bali

Apel giat simulasi evakuasi bencana di kawasan ITDC Nusa Dua Bali (Foto: dok Humas Pemprov Bali)

Nusa Dua, LenteraEsai.id – Sedikitnya 500 orang terdiri atas warga masyarakat, karyawan hotel dan petugas dari sejumlah instansi terkait, ambil bagian dalam giat simulasi evakuasi bencana dalam rangkaian memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2023 di jajaran Pemprov Bali.

Kegiatan simulasi diawali dengan apel gelar peserta di Lapangan Parkir Command Center ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung pada Rabu (26/4/2023) pagi, dilanjutkan pengarahan oleh Putu Suarnawa selaku ketua panitia kegiatan simulasi kebencanaan di kawasan ITDC Bali.

Bacaan Lainnya

Hadir pada kesempatan itu di antaranya Kalaksa Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali dan kabupaten/kota, Badan Metrorologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar, Camat Kuta Selatan, Kapolsek Kuta Selatan, Danramil Kuta Selatan yang diwakili Babinsa, Lurah Benoa diwakili Kasi Pembangunan, Bandesa dan Kelian Adat Benoa, kelompok peguyuban yang ada di Nusa Dua dan ITDC, karyawan dan perwakilan dari hotel-hotel di Nusa Dua.

Simulasi yang melibatkan sedikitnya 500 orang termasuk tenaga medis dan pengemudi ambulance itu, tampak berhamburan keluar hotel dan tempat kerjanya masing-masing begitu mendengar adanya bunyi sirena panjang, kentongan, alarm serta imbauan melalui pengeras suara yang meminta agar segera meninggalkan lokasi masing-masing.

Masyarakat diminta meninggalkan tempat menuju ke lokasi evakuasi yang telah ditentukan sehubungan peritiwa gempa yang terjadi akan dibuntuti dengan bencana tsunami. Pemberitahuan yang bersumber dari Pusat Pemberi Informasi (Command Centre) lewat pengeras suara yang ter-conect ke seluruh area ITDC, membuat orang-orang harus bergerak cepat untuk maksud menyelamatkan diri.

Mereka bergerak ke areal parkir dan tempat ibadah Puja Mandala sebagai titik kumpul. Tiba di titik akhir ada petugas pencatat waktu tempuh karyawan dari hotel dan tempat lain menuju ke lokasi tempat berkumpul peserta simulasi, yang nantinya akan dipakai bahan evaluasi.

Putu Suarnawa menyampaikan bahwa standart operasional pelaksanaan evaluasi horisontal ini sudah pernah dilalukan dan bahkan telah dilaporkan ke tinggal nasional hingga mendapat apresiasi di tahun 2019 sebagai yang terbaik.

“Kita juga sudah melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Dunia dan kita juga mendapatkan apresiasi untuk itu. Harapan kita hendaknya di tempat lain yang berada di pesisir pantai atau di daerah rawan gempa dan tsunami, dapat menduplikasikan SOP kita ini, yang tingkat koordinasi antarinstansi terkaitnya sudah padu dengan kesiapan alat dan sarana yang telah teruji kemampuan deteksinya,” ucapnya.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Nyoman Karang Adiputra SH mengatakan, pihaknya menghadirkan 25 personel dari Polsek Kuta Selatan untuk kegiatan ini guna bergabung dengan personel Polresta Denpasar, Polair dan Pamobvit dari Polda Bali guna kelancaran evakuasi jalur menuju Puja Mandala sebagai titik berkumpul. “Di sepanjang jalur juga sudah kami isi petugas yang bergabung dengan pecalang, lengkap dengan kendaraan dan alat komunikasi,” ujarnya. (LE-BD)

Pos terkait