Amlapura, LenteraEsai.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, warga muslim di sebagian besar Kampung Muslim yang ada di Kabupaten Karangasem, Bali, mulai disibukan dengan beberapa jenis kegiatan, seperti membuat kue dan tape ketan.
Sebagaimana biasanya, pada empat hari sebelum Lebaran dikenal sebagai ‘Hari Penapean’ bagi warga pemeluk Islam di lingkungan Kampung Muslim. Pada hari itulah warga mulai membuat tape dari bahan ketan.
Menyusul kemudian pada dua hari sebelum Lebaran, warga muslim utamanya ibu-ibu, kembali akan disibukkan dengan kegiatan membuat jajanan khusus yang nantinya akan dihidangkan kepada para tamu yang datang ke rumah saat tibanya Hari Raya Idul Fitri, yakni seusai umat melaksanakan Shalat Ied.
Bagi warga di Kampung Muslim dan beberapa perkampungan lainnya di Kabupaten Karangasem, dua hari sebelum Lebaran lebih dikenal dengan sebutan ‘Hari Penyajaan’ atau hari di mana ibu-ibu mulai membuat jaja atau kue. Seperti biasa, warga muslim akan membuat jaja uli, jaja iwel, jaja wajik dan beberapa kue tradisional lainnya.
Sementara sehari menjelang Lebaran juga dikenal dengan ‘Hari Penampahan’, warga muslim mulai menangkap ayam atau itik peliharaannya untuk disembelih guna dimasak kare dan opor ayam, diikuti dengan aktivitas merebus ketupat.
Baik tape, jaja maupun opor ayam dan ketupat itu, ujar beberapa warga di Kampung Muslim, akan dimanfaatkan untuk makan dan penganan keluarga, serta disuguhkan kepada tamu yang datang ke rumah di Hari Raya Idul Fitri.
Berkaitan dengan akan tibanya Hari Raya Idul Fitri tersebut, Bupati Karangasem I Gede Dana, di Amlapura Selasa (18/4/2023), mengimbau kepada masyarakat umat muslim khususnya di Kabupaten Karangasem, dapat merayakan Idul Firi dalam suasana tenang dan damai serta penuh khidmat.
Rayakanlah Idul Fitri seperti slogan yang selama ini sering didengung-dengungkan dan begitu melekat di benak Bupati Gede Dana, yakni perayaan ini hendaknya dapat dijalankan dengan fokus, lurus dan tulus.
Sementara untuk membatu warga masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga murah menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan telah menyelenggarakan Pasar Murah.
Pasar yang pada intinya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran, pada Senin (17/4/2023) lalu dipusatkan di Banjar Tibulaka Sasak, Desa Bukit, Karangasem.
Pasar Murah di hari raya keagamaan ini memang sangat dinanti-nanti masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga relatif lebih murah dari yang terjual di pasaran umum. Tidak hanya itu, operasi Pasar Murah juga dibuka untuk umum sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Karangasem, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Kami berharap Pasar Murah ini dapat menstabilkan harga komoditi di pasaran, sehingga dapat meringankan kebutuhan masyarakat utamanya menjelang hari raya,” ujar Bupati Gede Dana.
Dalam rangka hari raya besar bagi umat Islam, yakni Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah yang jatuh tepat pada Jumat, 21 April 2023, Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa nengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi umat yang merayakan.
“Saya I Gede Dana, Bupati Karangasem dan I Wayan Artha Dipa Wakil Bupati Karangasem, atas nama pribadi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir dan bathin!. Semoga umat muslim yang merayakan selalu dalam lindunganNya,” ucap Bupati Karangasem I Gede Dana, dengan mimik wajah yang tulus dan penuh semangat. (LE-AS)







