judul gambar
HeadlinesPendidikan

Pemkot Denpasar Launching Produk Program Matching Fund Strategi Pengembangan SDM

Denpasar, LenteraEsai.id – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar bersinergi dengan Universitas Warmadewa (Unwar) mengadakan Launching Produk Program Maching Fund dengan tema Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Profesional berkompetensi dalam bidang pertanian terintegrasi melalui kearifan lokal.

Kegiatan ini di buka Sekda Kota Denpasar IB. Alit Wiradana, Selasa (22/12) bertempat di Kebun Agro Learning Center. Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Anggota DPD RI Provinsi Bali, Made Mangku Pastika, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, IB. Mayun Suryawangsa, para dosen pertanian dan mahasiswa Unwar.

Pertanian merupakan sektor yang mampu bertahan dimasa pandemi secara nasional, di mana sebagian besar sektor lainnya mengalami pertumbuhan negatif sedangkan sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif, demikian disampaikan Sekda Alit Wiradana saat membacakan sambutan Wali Kota Denpasar secara tertulis.

Lebih lanjut dikatakan, keberasilan sektor pertanian tidak lepas dari peran SDM profesional yang kompeten di bidangnya, mulai dari para pelaku utama yaitu petani hingga pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian dari hulu hingga hilir.

Saat ini Universitas Warmadewa sebagai salah satu Universitas swasta di Bali yang memiliki Fakultas di bidang Pertanian, telah mampu menghasilkan strategi pengembangan SDM Profesional berkompetensi dalam bidang pertanian terintergrasi melalui kearifan lokal yang bekerjasama dengan program Matching Fund.

“Semoga strategi yang dihasilkan ini mampu menarik minat para generasi muda untuk berkecimpung langsung di sektor pertanian dan bergerak di proses produksi hingga panen serta pasca panen. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada Unwar atas lounching produk hasil program Matching Fund ini, dan strategi yang dihasilkan bisa menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan SDM pertanian guna mewujudkn ketahanan pangan di Denpasar,” kata Alit Wiradana.

Sementara wakil ketua Marching Fund Dosen program studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSDP) Fakultas Pertanian Unwar Ir I Made Kawan mengatakan, Matching Fund 2022 yang digarap Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa menunjukkan sektor pertanian adalah bidang yang sangat menjanjikan untuk saat ini dan kedepan. Bahkan Fakultas Pertanian Unwar mengintegrasikan sebanyak 4 kegiatan, seperti Agroteknologi berupa penanaman sayuran, kemudian kegiatan Perikanan berupa budi daya ikan nila dan udang galah, selanjutnya Peternakan dengan komoditas ayam kampung super dan terakhir adalah Ilmu Teknologi Pangan (ITP) dengan pengolahan hasil dari tiga kegiatan tersebut, tentunya tanpa limbah yang terbuang sedikitpun.

Pada prinsipnya dalam Matching Fund kali ini adalah menjadikan sebuah produk. Seperti perikanan produknya adalah udang galah dan ikan nila yang bisa dikonsumsi dengan proses mengambil limbah dari peternakan berupa kotoran ayam lalu dijadikan pakan ikan sehingga tidak ada kotoran yang terbuang sia-sia.

“Dengan ditambahkan mikroorganisme serta molase sebagai pakan dari ikan tersebut. Sehingga kotoran ayam bisa dipakai sebagai pakan ikan,” ujarnya.

Dalam Agroteknologi diterapkan dengan air sebagai limbah kolam yang diambil nutrisinya untuk menyiram sayuran hidroponik yang diletakkan di atas kolam tersebut. “Jadi terintegrasi semua dan tidak ada sesuatu yang terbuang,” ujarnya. (LE-DP)

Lenteraesai.id