judul gambar
HeadlinesNewsTabanan

Kecelakaan Beruntun di Baturiti, Jenazah Wandani Dimakamkan

Tabanan, LenteraEsai.id – Duka mendalam dirasakan keluarga korban kecelakaan maut di Baturiti Tabanan, Ni Wayan Wandani atau Bu Okta (30) yang tewas dalam kecelakaan beruntun usai sembahyang Kuningan pada Sabtu (18/6) lalu. Rencananya, jenazah Wandani akan dimakamkan pada Senin (20/6) siang ini.

Ditemui di rumah duka pagi harinya, I Nyoman Sukra (35) selaku suami korban tampak termenung dan matanya sembab. Ia dan anak-anaknya terlihat sangat terpukul dan sedih. Wandani dan Sukra diketahui menikah sekitar sepuluh tahun lalu dan telah dikarunia tiga orang anak.

Kakak sepupu dari suami mendiang, I Wayan Suadarma (53), mengatakan suami dan keluarga korban sudah ikhlas atas peristiwa yang menimpa mendiang Wayan Wandani. Namun, pihaknya tetap menginginkan ada pertanggungjawaban dari perusahaan bus.

“Namanya kecelakaan (kami ikhlas). Tapi kami berharap tetap ada tanggung jawab dari perusahaan bus untuk kebaikan bersama. Kami nggak akan ngotot-ngotot begitu. Urusan di kepolisian silakan itu (jalan),” katanya, saat ditemui di rumah duka Banjar Adat Pacung Baturiti.

Sebelumnya, insiden kecelakaan yang menewaskan Wandani terjadi setelah ia ngelungsur banten (mengambil sarana persembahyangan sesajen, red) tepat di Hari Raya Kuningan. Korban tewas di depan rumahnya pada Sabtu (18/6) sekitar pukul 12.00 Wita.

Suadarma mengatakan, saat itu korban baru saja ngelungsur banten. Saat tabrakan beruntun terjadi, korban masih sempat menyelamatkan anak sulungnya, Ni Luh Putu Okta. Sebelum kejadian, putri sulung korban berjalan kaki pulang usai sembahyang Hari Raya Kuningan.

Hal tersebut dikonfirmasi juga oleh Made Armawan selaku sepupu suami korban. “Korban habis ngelungsur banten sama anaknya. Mungkin anaknya ngelungsur banten di pura lain. Korban ini ngelungsur banten di merajan sini,” ucapnya.

Tiba-tiba. sambung Armawan, ada bus melaju dan mengarah ke keduanya. Wandani yang menyadari peristiwa tersebut, langsung mendorong anaknya agar tidak tertabrak bus. Nahas, ia malah tak sempat menghindar dan tewas tertabrak bus.

“Nyawanya (Putu Okta) terselematkan setelah mendiang ibunya mendorong agar luput dari tabrakan, namun ibunya yang mendorong malah tak sempat menghindar,” katanya, menjelaskan.

Untuk diketahui, kecelakaan beruntun terjadi di Jalur Denpasar-Singaraja, tepatnya di Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Sabtu (18/6/2022). Satu unit bus pariwisata yang mengangkut rombongan pelajar dan guru dari SMP Labschool UNESA 2 Surabaya, Jawa Timur, menabrak belasan mobil dan sepeda motor yang ada di depannya.

Bus berwarna oranye bernomor polisi B-7134-WGA itu, terus melaju di jalan turunan dan menabrak satu per satu kendaraan di depannya. Bus baru terhenti setelah menabrak bale bengong di area parkir Restoran Anantaboga yang jaraknya lebih dari satu kilometer dari lokasi menubruk mabil untuk yang pertama kalinya.

“Katanya ada 12 (kendaraan) yang kena tubruk. Tapi saya tidak lihat langsung. Saya langsung lemas. Keras bunyinya. Sampai pohon (perindang) rebah,” ungkap I Made Mager yang menjadi salah satu saksi dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra mengungkapkan, dalam kejadian ini diketahui korban luka-luka sebanyak sembilan orang. Satu orang di antaranya tewas, yakni Ni Wayan Wandani (30).

Sementara itu, berdasarkan pengakuan sopir, rem bus yang dikendarai blong hingga menyebabkan tabrakan beruntun. “Pengakuan sopir (bus) remnya blong. Rem angin juga sudah dicoba berkali-kali tidak bisa, main persneling-lah, untuk mengurangi kecepatan. Tapi (bus) tetap meluncur juga,” ujar Kapolres Tabanan.

Hingga kini, polisi telah menetapkan sopir bus pariwisata berinisial AS (38), yang menabrak belasan kendaraan di Jalur Denpasar-Singaraja, di wilayah Banjar Pacung, Desa/Kecamatan Baturiti, sebagai tersangka. Polres Tabanan juga telah menahan sopir bus tersebut. (LE-TB)

Lenteraesai.id