Denpasar, LenteraEsai.id – Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara kembali meninjau pelaksanakan vaksinasi massal Covid-19 di Balai Banjar Tanjung Bungkak Klod, Kota Denpasar pada Rabu (27/4).
Tampak hadir dalam pemantauan tersebut Kadis Kesehatan Luh Putu Sri Armini, Camat Denpasar Timur I Made Tirana, Kepala Desa Sumerta Klod I Gusti Ketut Anom Suardana, Wakapolsek Denpasar Timur Kompol Ketut Suantara dan Kanit Binmas Polsek Dentim Iptu I Nyoman Sujana serta kelian banjar adat setempat.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di sela-sela pemantauan vaksinasi tersebut mengatakan bahwa vaksinasi booster yang dilaksanakan saat ini bersinergi dengan Polsek Dentim dengan menyasar sebanyak 300 orang.
“Pelaksanaan vaksinasi booster ini merupakan bentuk nyata pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyebaran virus Covid-19. Selain itu, langkah ini juga merupakan bentuk pertahanan diri dalam memerangi paparan virus,” kata Jaya Negara.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa capaian vaksinasi di Kota Denpasar sudah mencapai 81,45 persen atau sekitar 410.195 orang dari target 503.619 orang.
“Kami berharap masyarakat yang belum vaksin agar segara mendatangi fasyankes yang sudah disiapkan Pemerintah Kota Denpasar, sehingga lebih cepat terbentuk herd immunity di masyarakat,” kata Jaya Negara.
Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr Luh Putu Sri Armini didampingi Kanit Binmas Polsek Dentim Iptu I Nyoman Sujana saat diwawancara wartawan mengatakan, pelaksanaan vaksinasi booster kali ini dilakukan pihaknya yang bersinergi dengan Polsek Dentim.
Lebih lanjut dikatakannya, adapun jenis vaksin yang diberikan yakni Astrazeneca dengan target sebanyak 300 orang di wilayah banjar setempat.
Vaksinasi ini dilaksanakan selain untuk memperluas cakupan vaksinasi booster di Kota Denpasar juga dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan upacara agama yang diikuti banyak umat di Pura Dalem Tanjung Bungkak, Denpasar.
“Untuk masyarakat lainnya yang sudah melaksanakan vaksinasi hingga tahap ketiga atau booster, kami harapkan tetap melaksanakan prokes dengan ketat dan wajib menggunakan masker di manapun berada, sehingga ke depannya dapat menekan angka penyebaran virus yang lebih meluas,” kata Sri Armini, menekankan. (LE-DP)







