Banjir yang Rendam 423 Rumah Penduduk di Madiun Mulai Surut

Madiun, LenteraEsai.id – Bencana banjir yang merendam 423 rumah penduduk di wilayah Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, kini sudah mulai surut seiring curah hujan tidak begitu lebat dalam dua hari ini.

Surutnya genangan banjir yang kini meninggalkan onggokan sampah bercampur lumpur dan ranting-ranting pepohonan di lingkungan pemukiman penduduk itu, membuat warga setempat bersama petugas gabungan ramai-ramai melakukan aksi bersih-bersih lingkungan.

Bacaan Lainnya

Petugas BPBD Kabupaten Madiun yang turun ke lokasi musibah, Jumat (17/12) mengungkapkan, genangan sebenarnya sudah terlihat perlahan surut sejak Kamis petang, 16 Desember 2021.

Dikatakan, banjir yang sempat merendam rumah milik  423 KK tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan hulu sungai di Pegunungan Pandan. Akibatnya, aliran sungai yang ada meluap dengan merendam enam desa di dua kecamatan di Kabupaten Madiun.

Keenam desa tersebut adalah Desa Tulung, Klumutan dan Bener di Kecamatan Saradan, serta Desa Kedungmaron, Purworejo dan Desa Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, ujar petugas.

Namun mujur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun melaporkan tidak ada korban jiwa ataupun warga yang mengungsi dari kejadian tersebut. Ketika banjir terjadi, tinggi muka air di kawasan pemukiman penduduk terpantau 30 hingga 100 cm.

Saat banjir berlangsung, petugas BPBD setempat menyiagakan 2 unit perahu bila warga membutuhkan untuk kepentingan evakuasi. BPBD yang juga dibantu personel TNI, Polri, aparat dari kecamatan dan desa, terus  bersiaga di wilayah terdampak.

Mewaspadai potensi banjir susulan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Prakiraan cuaca pada hari ini dan esok (18/12) di wilayah Saradan dan Pilangkenceng, masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir. (LE-MD)

Pos terkait