BadungHeadlines

IAI Gelar Verifikasi dan Penetapan Kandidat Ketua Umum Tahun 2021-2024

Kuta, LenteraEsai.id – Berlangsung dalam suasana pandemi Covid-19  dengan mengedepankan disiplin protokol kesehatan (Prokes), Panitia Pemilihan Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menyelenggarakan acara ‘Verifikasi dan Penetapan Kandidat Ketua Umum IAI Tahun 2021- 2024’, yang berlangsung di Hotel Dynasty Kuta Bali, 29-30 Agustus 2021.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tata Cara Pemilihan Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia yang dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) IAI. Adapun nama kandidat Ketua Umum IAI yang kini telah ditetapkan panitia pemilihan sebanyak tiga orang, yakni Ahmad Saifudin Mutaqi (Yogyakarta), Gregorius Budi Yulianto (Bandung) dan I Ketut Rana Wiarcha (Bali), yang selama ini menjadi Plt Ketua Umum IAI, berhubung ketua umum sebelumnya meninggal dunia usai terpapar Covid-19.

Pada kesempatan konferensi pers di Hotel Dynasty Bali di Kuta pada Senin,  30 Agustus 2021, Ketua Panitia Pemilihan Ketum IAI Don Ara Kian mengatakan, nama-nama bakal calon tersebut telah ditetapkan sebagai calon ketua (IAI) pada 20 Agustus (2021) lalu.

Sesuai AD/ART, lanjutnya, telah dikerucutkan menjadi tiga nama, yang mana bermula dari proses tahap penjaringan bakal calon sekaligus verifikasi daftar pemilih sementara (DPS) yang dimulai sejak 28 Mei-25 Juli 2021. Pada tahapan ini, Panlih mengirim formulir usulan bakal calon Ketua Umum IAI beserta daftar anggota profesional yang berhak dipilih kepada pengurus provinsi/wilayah/perwakilan untuk menyampaikan kepada seluruh anggota IAI.

Setelah itu, pengurus provinsi/wilayah/perwakilan akan mengembalikan formulir usulan bakal calon tersebut untuk diverifikasi oleh Panlih. Kemudian, pada 30 Juli 2021, akan ditetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada tahap I. Tahapan selanjutnya, akan dilakukan verifikasi calon Ketua Umum IAI yang dilaksanakan di Provinsi Bali pada 15-20 Agustus 2021, ucapnya.

Sementara itu, pada kesempatan jumpa pers Senin petang, Ahmad Saifudin Mutaqi menyebutkan jika IAI memiliki komitmen yang tinggi terhadap situasi pandemi Covid-19 saat ini. “Selama ini kami memiliki kontribusi nyata antara lain seperti membuka layanan ‘call for design’ untuk pembangunan shelter mandiri, menggagas rumah sakit lapangan ketika melihat situasi padatnya rumah sakit dijubeli pasien Covid-19, dan mempunyai unit pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, disinggung tentang sistem pemilihan ketua umum agar tidak diwarnai ‘intrik’, Gregorius Budi Yulianto menyatakan kalau bergabung dengan IAI, maka harus mengedepankan sikap ‘ngayah’. Dengan demikian dalam pemilihan ketua umum kali ini, tidak ada unsur penggalangan dana agar memenangkan serta terpilih menjadi ketua umum. “Lha ini bukan dagang, apalagi berpemikiran ingin jadi ketua umum biar kaya raya. Tidak ada itu, di sini adalah ‘ngayah’ dalam kebersamaan. Istilahnya mewakafkan diri untuk organisasi dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Budi Yulianto, meyakinkan.

Verifikasi kandidat Ketua Umum IAI oleh Majelis Organisasi (MO) dan Majelis Kehormatan Nasional (MKN), dilakukan guna mendalami lebih lanjut perihal pandangan maupun visi-misi menuju Ketua Umum IAI. Ada enam hal topik yang menjadi fokus dalam kegiatan verifikasi tersebut, antara lain Organisasi, Pranata dan Keprofesian; Hubungan Antar-Lembaga; Hukum dan Perundang-undangan; Komitmen sebagai Ketua Umum; Pendidikan Arsitektur serta Arsitektur, Budaya, Lingkungan dan Pengguna Jasa.

Kegiatan selama dua hari tersebut kemudian ditutup dengan penandatanganan bersama Pakta Integritas untuk tiga kandidat Ketua Umum IAI periode 2021-2024, serta penjelasan jadwal masa kampanye dan tata tertib kandidat dalam melakukan kampanye oleh Ketua Panitia Pemilihan, Don Ara Kian, IAI. (LE-BD)

Lenteraesai.id