Karangasem, LenteraEsai.id – Pipa transmisi induk milik Perumda Tirta Tohlangkir atau PDAM hancur tertimpa sebuah truk yang terperosok jatuh ke pinggir jalan raya di daerah Padangkerta, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem, Kamis (15/7).
Dari pengamatan di lapangan, truk terperosok jatuh ke areal di bawah jalan raya di daerah Padangkerta. Celakanya, truk yang jatuh tersebut memutuskan pipa induk transmisi air bersih milik PDAM yang membentang di kawasan itu.
Akibatnya, pelayanan air bersih di beberapa wilayah yang selama ini merupakan pelanggan air PDAM menjadi terganggu, seperti pelanggan di Jalan Untung Surapati, Cempaka, Serma Natih, Veteran, Samanhudi, Nanas, Strawberry, Salak, Jeruk dan Kurusetra.
“Beberapa wilayah tersebut sempat terganggu pelayanan airnya. Untuk sementara sudah diperbaiki, tapi airnya belum normal mengingat truk masih belum diangkat dari lokasi musibah oleh pemiliknya,” kata Direktur Utama PADM Karangasem I Gusti Made Singarsi saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pengelola truk yang jatuh tersebut, diperoleh informasi bahwa kendaraan baru akan diangkat dari lokasi musibah pada dua atau tiga hari lagi. Oleh sebab itu, perbaikannya hanya dilakukan sementara supaya saat truk tersebut diangkat pipanya yang kini dipasang darurat, bisa dibongkar lagi, ucapnya.
“Jika sekarang diperbaiki secara permanen, takutnya saat truk tersebut diangkat akan mengenai pipa lagi, tentu pipa akan kembali hancur. Makanya kita hanya perbaiki sementara saja supaya saat truk tersebut diangkat kita bisa buka lagi pipanya, dan setelah truk diangkat baru kita akan perbaiki pipanya secara permanen,” kata Singarsi, menjelaskan.
Untuk pelanggan yang airnya mengalami gangguan akibat pipa tertimpa truk, Singarsi mohon bersabar dulu sampai truk tersebut diangkat oleh pemiliknya.
“Saya berharap pelanggan dapat bersabar untuk dapat menikmati air secara normal kembali, karena perbaikan belum dapat dilakukan sebagaimana mestinya sehubungan truk belum diangkat dari tempatnya terperosok jatuh oleh pemiliknya,” kata Singarsi, mengharapkan. (LE-Jun)







