50 Perpustakaan SD Dapat Pembinaan dari Dispustaka Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Karangasem terus melakukan kampanye gerakan peningkatan literasi dengan melakukan pembinaan kepada para tenaga perpustakaan di 50 sekolah dasar (SD) tersebar di Kabupaten Karangasem.

Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispustaka Karangasem, I Ketut Suardana, Rabu (5/5) mengatakan, gerakan literasi memfokuskan pada pembinaan kepada para pengelola perpustakaan, mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan SD/MI. 

Bacaan Lainnya

Pembinaan telah diawali dari ujung utara Karangasem, yakni di Kecamatan Kubu terhadap delapan SD. Ini dijalankan selama lima hari sejak 27 April hingga 3 Mei 2021. Selanjutnya mulai Selasa (4/5) – Kamis (6/5) selama tiga hari berturut-turut, menyasar enam perpustakaan SDN di wilayah Kecamatan Abang. 

“Pada Selasa (4/5/2021) lalu, pembinaan dilaksanakan di SDN 1 Abang dan SDN 2 Abang. Sedangkan hari ini, Rabu (5/5/2021), dilaksanakan di SDN 1 Ababi dan SDN 7 Ababi. Untuk besok, Kamis (6/5/2021) akan dilaksanakan di SDN 2 Kertamandala serta SDN 3 Kertamandala,” kata Suardana. 

Terkait pembinaan teknis, Dispustaka Karangasem memiliki narasumber pembina, di antaranya I Komang Pasek Antara, I Nyoman Sariadnya, Iwan Supartha, I Nyoman Terak dan I Gusti Ngurah Jelantik.

Suardana mengatakan, untuk perpustakaan yang sudah mengacu sesuai standar nasional, akan berimplikasi kepada peningkatan literasi anak peserta didik di sekolah, demikian sebaliknya, mengingat daya baca masyarakat Indonesia masih minim. Untuk antisipasi hal itu, maka pembinaan sudah mulai diberikan dari jenjang pendidikan dasar. 

“Kami mengharapkan bagi pengelola perpustakaan yang telah dibina dapat mengimplementasikan dan memotivasi warga anak didik mau memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar,” ucap Suardana, berharap. 

Sementara itu Kepala Dispustaka Karangasem, I Wayan Astika mengatakan, kegiatan pembinaan perpustakaan sekolah dalam masa pandemi ini adalah untuk memberikan motivasi kepada pengelola perpustakaan sekolah, agar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan melakukan pemeliharaan pada perpustakaan yang dikelolanya.

Astika menambahkan, peningkatan kebudayaan kegemaran membaca, semestinya tidak hanya dilakukan kepada anak didik, tetapi hendaknya juga dilakukan kepada para guru dan sekaligus kepada pengelola perpustakaan sekolah itu sendiri. 

“Hal ini penting dibudayakan oleh pengelola perpustakaan sekolah untuk memberi contoh dan teladan kepada anak didik, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai lebih cepat sesuai harapan,” kata Astika, menandaskan. (LE-Jun) 

Pos terkait