Denpasar, LenteraEsai.id – Berbagai macam akal, alasan dan modus sejumlah pelanggar protokol kesehatan (prokes) ketika sudah berhadapan dengan Tim Yustisi Kota Denpasar yang melancarkan operasi penertiban prokes.
Kali ini, sebanyak 6 pelanggar yang beralasan lupa menggunakan masker, kembali dijaring Tim Yustisi saat melakukan patroli pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jalan Sutoyo Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat pada Jumat (16/4).
Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, pihaknya kembali menemukan 6 orang yang melanggar protokol kesehatan. Dari 6 orang pelanggar, 4 orang didenda di tempat dan 2 orang diberikan pembinaan karena menggunakan masker tidak pada tempatnya.
Ia menyebutkan, dari hasil pendataan, macam-macam alasan para pelanggar prokes belakangan ini. Ada yang mengaku lupa menggunakan masker, ada juga karena jarak tempuh mereka dekat dengan rumahnya.
Selain itu, ada juga yang beralasan bahwa pandemi ini telah selesai, sehingga tidak perlu lagi harus menggunakan masker saat keluar rumah, ujar Sayoga sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Meskipun banyak alasan yang mereka ucapkan, lanjut Sayoga, namun pihaknya tetap memberikan pembinaan agar mereka selalu dapat mentaati protokol kesehatan.
Tidak hanya itu, guna menciptaklan efek jera, para pelanggar juga diberikan sanksi push up di tempat dan harus mendatangani surat pernyataan tidak melakukan pelanggaran serupa lagi. “Sanksi yang diberikan dengan harapan mereka tidak melakukan pelanggaran kembali,” ucapnya, menandaskan.
Sayoga mengaku pihaknya setiap hari telah memberikan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat, namun nyatanya masih saja ditemukan orang yang melanggar.
Untuk kebaikan semua, Sayoga mengimbau kepada masyarakat agar menaati protokol kesehatan 6 M yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan.
“Dengan cara itu kami harapkan penularan Covid 19 dapat terkendali, atau mata rantai Virus Corona bisa segera diputus, sehingga perekonomian bisa kembali normal,” katanya, mengingatkan. (LE-DP)







