Danrem Wira Satya: Kabupaten/Kota di Bali Paling Banyak Berstatus Zona Merah di Indonesia

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf SH

Denpasar, LenteraEsai.id – Provinsi Bali dilaporkan menjadi wilayah, di mana kabupaten/kotanya paling banyak berstatus zona merah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Satgas Nasional Penanganan Covid-19, disebutkan bahwa dari 9 kabupaten/kota di Bali, empat di antara kini menyandang zoba merah, yakni Kabupaten Buleleng, Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.

Bacaan Lainnya

Melihat hal tersebut, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf SH mengajak semua pihak utamanya masyarakat untuk lebih memperketat penerapan protokol kesehatan di manapun berada.

“Menyikapi kondisi yang dialamatkan kepada Provinsi Bali dengan adanya 4 kabupaten/kota yang berstatus zona merah, dan itu menjadi catatan terbanyak seperti yang disampaikan Satgas Nasional Penanganan Covid-19, artinya kita semua perlu lebih patuh dan taat dalam menerapkan protokol kesehatan, atau dengan kata lain masih banyak di antara kita yang masih mengabaikannya,” kata Danrem Brigjen Husein Sagaf, di Denpasar, Kamis (15/4/2021).

Danrem memperkirakan, terjadinya kerumunan ataupun mobilitas dari masyarakat yang cukup tinggi dalam beberapa hal, bisa menjadi penyebab adanya penularan Covid-19 yang cukup tinggi pula.

Untuk itu, Danrem kembali mewanti-wanti semua pihak untuk mampu mentaati protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam berbagai tataran telah berusaha keras melakukan berbagai langkah, mulai yang bersifat persuasif sampai pada penerapan sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan.

Kendati demikian, Danrem mengingatkan Satgas di lapangan perlu bertindak dengan lebih tegas, namun tetap mengedepankan langkah humanis dan persuasif.

“Kuncinya, ada pada tingkat kesadaran warga masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, sehingga penyebaran dan mata rantai Covid-19 dapat dikurangi bahkan diputus,” katanya, menegaskan.

Lebih jauh Danrem menyebutkan, perbaikan perilaku dalam penanganan Covid-19 perlu terus dilakukan, sehingga bisa membawa Bali ke zona hijau sesuai yang diharapkan banyak pihak. Dan hal ini akan sangat mendukung rencana dibukanya kembali pariwisata Bali untuk kunjungan internasional pada bulan Juni atau Juli mendatang.

“Sebaliknya jika masih banyak wilayah berstatus zona merah, maka siapapun bisa berpikir ulang untuk datang, karena mereka akan mempertimbangkan belum aman dan nyamannya Bali dari pandemi Covid,” kata Danrem Brigjen Husein Sagaf, menandaskan. (LE-DP)

Pos terkait