KIM Desa Taman Badung Minim Sarana Penunjang

Badung, LenteraEsai.id – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, sejauh ini disebutkan kekurangan sarana penunjang kerja, sehingga terkesan mengalami lesu darah atau kurang maksimal.

Sarana yang tersedia hanya berpa satu unit laptop dan satu kamera. “Laptop yang diberikan desa sudah jebol, tidak bisa dipakai. Jadi kami bekerja dengan alat sendiri,” ujar I Made Wiadnyana alias Nonok, salah seorang anggota KIM Taman dalam perbincangan dengan LenteraEsai (LE) belum lama ini di Kantor Perbekel Taman.

Bacaan Lainnya

KIM Taman dibentuk ketika Desa Taman dipimpin Penjabat (Pj) Perbekel Desa Taman, Ida Bagus Wisnawa Kusuma sekitar 11 bulan lalu. Waktu itu, ada 12 warga direkrut  menjadi anggota KIM Taman. Pria dan wanita warga Desa Taman dari kalangan generasi muda itu, rata-rata mengusai IT.

Tugas dan fungsi anggota KIM adalah melakukan liputan kegiatan pemerintahan, kegiatan kemasyarakatan dan mengangkat serta mempublikasikan potensi desa ke medsos. Karya tulis atau video anggota KIM diapload ke media sosial (medsos) seperti Feacebook (fb), Youtube dan sebagainya. “Setiap tulisan+foto dan video kami yang terapload di medsos, dibayar Rp 35.000 oleh desa,” kata Wiadnyana.

Jumlah yang Rp35 ribu itu dinilai oleh anggota KIM Desa Taman relatif kecil. Syukurnya, menurut Wiadnyana, beberapa temannya yang aktif sudah bekerja. Diakuinya, dari 12 orang yang direkrut jadi personel KIM (satu banjar satu orang Red-), hanya enam orang yang aktif. “Saya tidak tahu mengapa enam orang teman anggota KIM itu tidak aktif. Apakah karena honor kecil atau karena alasan lain,” ucap Wiadnyana, santai.

Dikatakan Wiadnyana, sebetulnya KIM banyak ide dan program liputan. Termasuk inovasi-inovasi baru, misalnya membuat Taman TV. Tetapi lantaran tidak didukung sarana, peralatan dan anggaran yang memadai, anak-anak KIM tidak bisa berkreasi lebih jauh lagi.

“Sudah kami ajukan penambahan sarana dan peralatan penunjang. Termasuk kami perlu sepeda motor, untuk menunjang kegiatan lapangan. Juga kenaikan honorarium. Namun belum bisa dipenuhi, karena alasan tidak ada anggaran,” tuturnya.

Terkait kondisi KIM seperti itu, Perbekel Taman I Gusti Made Sudarpa  berencana untuk memanggil semua personel KIM. Akan dilakukan evaluasi, untuk menuju yang lebih baik dan maju.

“Kami akan secepatnya panggil personel KIM, diajak bicara dan melakukan evaluasi,” kata Sudarpa tanpa menyebut kapan pastinya anggota KIM akan dipanggil.

I Gusti Made Sudarpa yang kembali memimpin Desa Taman untuk jabatan periode kedua, menyatakan sependapat untuk lebih meningkatkan kesejahteraan anggota KIM.

Ia juga berencana mengajak anggota KIM Taman untuk studi banding ke sejumlah KIM yang ada di desa lain yang lebih maju. “Biar wawasan mereka lebih terbuka,” ucap Sudarpa, menandaskan.  (LE/Ima)

Pos terkait