HeadlinesKarangasem

Wayan Gederan, Lansia yang Hidup Sebatang Kara dan Sakit-sakitan

Karangasem, LenteraEsai.id – Nasib kurang beruntung dialami seorang lansia bernama I Wayan Gederan yang tinggal di pesisir Pantai Labuan, Banjar Dinas Labuhan, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Di hari tuanya kini, ia harus hidup seorang diri karena istri dan anak-anaknya sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Lebih parahnya lagi, saat ditanya siapa saudaranya, Wayan Gederan mengaku tidak punya saudara lagi.

Mengenai tempat tinggal yang ia gunakan sebagai tempat berteduh di saat hujan tiba, juga jauh dari kata layak untuk seorang lansia. Karena hanya terbuat dari bambu dengan atap terpal dan berdindingkan daun kelapa. 

Dengan kondisi demikian, ia mengatakan saat hujan tiba tempat tinggalnya sering mengalami bocor di beberapa titik. Untuk tempat tidurnya juga cukup memprihatinkan karena hanya menggunakan anyaman bambu yang diisi karpet tanpa kasur dan bantal.

Sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari, Wayan Gederan hanya mengandalkan bantuan yang diberikan dari pihak desa, berupa sembako.

“Saya sudah tidak bisa bekerja lagi karena mengalami penyakit asam urat. Lutut saya sangat sakit saat digerakkan dan jalan pun saya susah. Jadi untuk makan sehari-hari saya hanya mengandalkan bantuan dari pihak desa saja,” ujar Wayan Gederan ketika ditemui di rumahnya, Senin (15/2).

Sementara itu, Kepala Dusun Labuhan Ni Wayan Jemhy Susanthi SP saat ditemui mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya maksimal untuk dapat membantu keberlangsungan hidup dari Wayan Gederan.

“Kami sudah upayakan bantuan setiap bulannya. Bantuan tersebut berupa sembako, tapi untuk besarannya itu tergantung anggaran dari pihak desa,” ungkapnya.

Selain dari pihak desa, kata Jemhy Susanthi, lansia yang tinggal sebatang kara itu juga sempat menerima bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Karangasem.

“Sekarang kami juga sedang upayakan bantuan bedah rumah untuk beliau, mudah-mudahan bantuan tersebut secepatnya dapat terealisasikan,” kata Jemhy Susanthi, mengharapkan.  (LE-Jun) 

Lenteraesai.id