Karangasem, LenteraEsai.id – Seorang lelaki warga negara asing yang mondar mandir dan keluar masuk ke area salah satu pura keluarga (dadia) di lingkungan Banjar Batannyuh Kelod, Kelurahan dan Kabupaten Karangasem, diamankan pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas di daerah tersebut.
Petugas yang kemudian mengintrogasi si lelaki bule tersebut, berkali-kali mendapat jawaban yang ‘nyawa-ngawa’ atau ngawur, sehingga tidak berhasil mengorek maksud dan tujuannya keluar masuk pura dalam beberapa hari ini.
Tidak hanya itu, petugas pun tidak berhasil mendapatkan identitas dari orang yang diduga kuat bukan warga negara Indonesia (WNI). Dugaan tersebut dikaitkan dengan penampilan fisik serta logat bicara dan kata-kata yang keluar dari mulut yang bersangkutan, yakni bahasa asing.
Kelian Banjar Adat Batannyuh Kelod I Gede Sumayasa saat dikonfirmasi, Rabu (10/2), membenarkan adanya seorang bule yang telah diamankan petugas dari Polsek dan Koramil, sehubungan sejak beberapa hari ini mondar mandir keluar masuk pada sebuah pura dadia di Banjar Batannyuh Kelod.
Menurut beberapa penduduk setempat, bule tersebut telah terlihat berada di lingkungan pura sejak hari Senin (8/2) lalu, tapi tidak ada warga yang menghiraukan. Warga mengira turis asing biasa, yang sering datang melancong ke daerah itu.
Keesokan harinya, Selasa (9/2), bule tersebut lagi-lagi terlihat keluar masuk area pura dalam tenggang waktu yang cukup lama, sehingga mulai mengundang kecurigaan penduduk setempat.
“Curiga dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih si bule juga melakukan hal-hal yang aneh, akhirnya warga melapor kepada saya, dengan menyebutkan ada seorang bule yang keluar masuk area pura sejak dari kemarin,” kata Sumayasa.
Menerima laporan tersebut, Kelian Banjar Adat Batannyuk Kelod langsung menghubungi petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk bersama-sama melakukan pengecekan ke pura dadia tersebut.
Setelah melakukan pengecekan ke lokasi, ternyata benar ada seorang bule di dalam sebuah pura keluarga, dengan keadaan yang sedikit agak linglung.
“Itu terbukti saat diajak berkomunikasi oleh Bhabinkamtibmas, si bule menjawabnya dengan kata-kata ngawur dan tak nyambung. Lebih anehnya lagi, bule tersebut hanya memakai pakaian dari kain kasa saja,” ungkap Sumayasa.
Melihat keadaan si bule yang tidak bisa diajak berkomunikasi dengan jelas, akhirnya petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa membawa orang asing tersebut ke Mapolsek Karangasem guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (LE-Jun)







