BadungHeadlines

Kerangka Manusia Tanpa Tengkorak Kagetkan Warga Abiansemal

Badung, LenteraEsai.id –  Sejumlah warga dikagetkan dengan temuan sesosok kerangka manusia tanpa tengkorak tergeletak di pinggir sungai wilayah Banjar Parekan, Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung,

Polisi yang mendapat laporan dari temuan pada hari Minggu (19/7) siang itu, datang melakukan pemeriksaan atas kerangka yang tinggal tulang belulang, namun masih tetap terbungkus baju warna hijau dan celana jeans biru.

Di sekitar kerangka petugas menemukan sebuah KTP atas nama Rokani (44) asal Dusun Kanigoro, Kelurahan Banaran, Tulungagung, Jawa Timur, serta  sebuah handuk, ikat pinggang warna hitam dan selembar kain sarung warna merah kotak-kotak terikat pada sebatang pohon cokelat, tidak jauh dari kerangka.

Di samping itu, di dekat kerangka juga ditemukan botol racun serangga,  tas plastik berisikan celana dalam, baju kaos, baju kemeja dan obat-obatan serta sebuah dompet yang diduga milik korban.

Kapolsek Abiansemal Kompol Drs I Made Suparta ketika dihubungi, Senin (20/7) siang, membenarkan adanya penemuan kerangka manusia tanpa tengkorak di pinggir aliran sungai di wilayah Banjar Parekan, Desa Sibang Gede.

Apakah ada kaitannya dengan penemuan tengkorak sebelumnya ?, Kapolsek Suparta menduga kemungkinan terkait, namun untuk lebih jelasnya masih harus dilakukan penyelidikan dan penelitian lebih lanjut di lapangan.

Seperti telah diberitakan, pada 4 Juli lalu, warga dan pihak Polsek Abiansemal menemukan dan berhasil mengevakuasi sebuah tongkorak manusia dari pinggir aliran sungai yang sama, namun letaknya cukup jauh dari temuan kerangka manusia tanpa tengkorak tersebut.

Kapolsek menyebutkan, berdasarkan keterangan saksi Dyan Eko Saputra (45), yang adalah keluarga korban Ny Rokani, mengatakan bahwa Ny Rokani yang tinggal di Banjar Kertawangsa, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, sempat pamitan mau pulang kampung di Jawa Timur.

“Dia sempat pamitan mau pulang kampung di Jawa, yakni di Dusun Banaran, RT/RW 004/001, Desa Gombang, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur,” ujar Eko Suputra di hadapan petugas.

Ia mengungkapkan korban Ny Rokani berencana pulang kampung pada 27 April 2020,  di mana majikan di tempatnya bekerja disebutkan akan membelikan tiket. Namun entah kenapa, sore harinya tiket tersebut dibatalkan tanpa alasan yang jelas.

Sehubungan tiket dinyatakan batal, malam harinya sekitar pukul 19.00 Wita, korban pamit mengaku akan mengambil baju yang berada di sebuah laundry. Namun sejak itu Ny Rokani tidak balik lagi ke rumah kos.

Eko Saputra mengaku sempat nelepon pada hari kepergiannya, korban bilang berada di temannya, namun tidak tahu di mana. Keesokan harinya, Eko kembali menelepon, dijawab di proyek dan tidak tahu juga proyeknya di mana. Setelah itu korban tidak bisa ditelepon lagi.

“Korban punya riwayat sakit tekanan darah rendah,” ujar Eko Saputra dengan menambahkan bahwa kejadian minggatnya korban dari rumah sudah sempat dilaporkan kepada pihak Polsek Ubud tanggal 9 Juni 2020 lalu.

Sementara keterangan Made Wiranata (29),  warga yang menemukan kerangka tersebut mengatakan, Minggu siang sekitar pukul 11.30 Wita, dia menyusur aliran sungai untuk mencari pohon yang akan dijadikan bonsai.

Saat melintas di TKP, Wiranata mengaku kaget melihat kerangka manusia. Karena ketakutan, dia mengajak temannya untuk melapor ke klian dinas di kampungnya. Selanjutnya, aparat desa disertai Bhabinkamtibmas, Babinsa dan anggota Polsek Abiansemal dan Polres Badung, datang ke tempat temuan.

Tak lama berselang, petugas dari BPBD Badung datang mengevakuasi kerangka itu untuk dibawa ke RSUP Sanglah Deenpasar guna dilakukan penelitian dan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Abiansemal belum dapat menyebutkan sebab-sebab kematian korban apakah karena bunuh diri minum cairan beracun atau menjadi korban pembunuhan, karena segalanya masih harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Demikian juga kaitannya dengan temuan tengkorak manusia pada 4 Juli 2020 lalu, semuanya masih perlu diakukan pencocokan lewat penelitian tim forensik yang bertugas, ucapnya menjelaskan.  (LE-BD)

Lenteraesai.id