HeadlinesJakarta

IMO-Indonesia Ucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-74 Untuk Polri

Jakarta, LenteraEsai.id- Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengucapkan selamat ulang tahun ke-74 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) semoga semakin jaya, dicintai rakyat dan semakin sukses dalam segala bidang tugas pengabdiannya.

Pada momentum hari ulang tahun ke-74 di tengah pandemi Covid-19 kali ini, Polri diharapkan dapat melakukan introspeksi diri agar dapat lebih sukses dalam mewujudkan tugas-tugas pelayanan guna terpeliharanya keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Dr Yuspan Zalukhu SH MH, selaku Dewan Pembina IMO-Indonesia menyampaikan hal itu di Jakarta, Rabu (1/7), mewakili segenap pengurus dan anggota IMO-Indonesia yang tersebar di berbagai daerah di tanah air.

Ia menyebutkan, pada momentum hari jadi kali ini juga Polri diharapkan dapat lebih menciptakan ketertiban dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Dr Yuspan Zalukhu yang juga selaku dosen pada Universitas Bhayangkara Jakarta dan Universitas Jayabaya itu, melihat Polri telah berbuat banyak dan berhasil mengubah paradigma pelayanannya, sehingga aparat penegak hukum ini dirasakan semakin dicintai masyarakat, walau di sana sini masih banyak membutuhkan pembenahan guna lebih dan lebih lagi mengoptimalkan kinerjanya. 

Dewan Pembina IMO-Indonesia tersebut juga menuturkan bahwa membangun Polri yang lebih baik harus didukung payung hukum makro yang jelas dan tegas dalam memberikan kemanfaatan penegakan hukum berupa keadilan restoratif (restorative justice).

Memang diskresi Polri telah diberikan melalui Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Polri pada Pasal 16 dan 18, namun belum memadai penegasannya sehingga tidak dapat digunakan sebagai payung hukum penghentian penyidikan, ucapnya. 

Dr Yuspan yang sering diundang sebagai narasumber pada sejumlah seminar tentang hukum, menyatakan sangat mengapresiasi inovasi berupa solusi mewujudkan tujuan penegakan hukum yang berkemanfaatan bagi pihak-pihak yang terkait suatu permasalahan dan bagi masyarakat pada umumnya.

Polri telah membuat Peraturan Kapolri berupa Surat Edaran No.8 Tahun 2018 dan Perkap No.6 Tahun 2019, namun keberlakuannya masih bersifat dalam lingkup teknik operasional, karena ketika surat pemberitahuan dimulainya penyidikan sudah dikirim kepada kejaksaan, maka penghentian penyidikan selalu dipertanyakan dasar hukumnya karena tidak termasuk yang diatur dalam KUHAP, sementara diskresi Polri dalam Pasal 16 & 18 UU No. 2 Tahun 2002 sebagai payung hukum yang makro bisa multi tafsir. 

Dr Yuspan berharap, dan ia juga yakin ini sebagai harapan Polri dan masyarakat luas, bahwa kini saatnya menunggu inovasi melalui payung hukum berupa revisi atau perubahan undang-undang sebagai produk eksekutif bersama legislatif yang mengarah pada kepentingan penegakan hukum yang lebih berkeadilan di masyarakat.

“Dan semoga hal tersebut dapat segera terwujud yang kiranya menjadi kado istimewa bagi Polri di usianya yang ke-74,” kata Dr Yuspan Zalukhu, mengharapkan.  (LE-JK) 

Lenteraesai.id