Jakarta, LenteraEsai.id – PDI Perjuangan sangat menyesalkan munculnya aksi provokasi yang dilakukan sekelompok orang dengan membakar bendera partai berlambang banteng bermoncong putih dalam lingkaran.
“PDI Perjuangan ini partai militan, kami punya kekuatan ‘grass-roots’, dan kekuatan ini kami dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Rabu (24/6).
Ia menyebutkan, seluruh kekuatan partai saat ini fokus pada upaya membantu rakyat dalam melawan pandemi Covid-19. “Presiden, Wapres dan seluruh jajaran kabinet didukung oleh seluruh kader PDI Perjuangan, menyatu dengan rakyat memerangi Covid-19 dengan seluruh dampaknya secara sosial dan ekonomi. Itulah skala prioritas kita bersama,” ucapnya.
Seluruh kader PDI Perjuangan dimaksud, antara lain terdiri atas 128 anggota DPR RI, 18 ketua DPRD, 416 anggota DPRD provinsi, 3.232 anggota DPRD kabupaten/kota dan 237 kepala daerah dan wakil kepala daerah serta 1,43 juta pengurus partai.
Berkaitan dengan adanya kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan, Sekjen Hasto dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan menempuh jalan hukum. “Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI pada tahun 1996, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi,” katanya.
Sementara berkaitan dengan proses Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila, sikap PDI Perjuangan sejak awal mendengarkan aspirasi tersebut dan terus kedepankan dialog. “Rancangan Undang-undang selalu terbuka terhadap koreksi dan perubahan, agar seirama dengan suasana kebatinan rakyat. Jadi sebaiknya semua menahan diri dan menghindarkan dari berbagai bentuk provokasi,” ucapnya.
Indonesia adalah negara besar yang begitu beragam. “Dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas hingga ke Rote sangat majemuk. Kita bersatu karena Pancasila. Kita harus belajar dari konflik di Suriah, Yaman, Libya dan lain-lain. Rakyat di negara-negara itu akhirnya menjadi korban,” ujar Hasto.
Indonesia memiliki nilai luhur untuk bermusyawarah, jadi itulah yang harusnya dikedepankan. “Untuk itu mari kedepankan proses hukum, dan seluruh kader-kader PDI Perjuangan diinstruksikan agar tidak terprovokasi,” kata Hasto, menandaskan. (LE-JK)







