Gianyar, LenteraEsai.id – Di balik timbulnya keresahan seiring dengan terus meningkatnya jumlah warga positif Covid-19 yang juga dibarengi dengan luluhlantaknya perekonomian masyarakat, pandemi ini ternyata juga memunculkan sikap saling bantu-membantu antarsesama dalam menghadapi berbagai kesulitan.
Salah satu bukti ialah digelarnya aksi sosial oleh ‘semeton pengempon’ Pura Kertha Taman Sari Denpasar. Dengan melakukan penggalangan dana antarsemeton pengempon pura, mereka kembali menggelar ‘Gerakan Peduli Covid-19’, setelah sebelumnya dilakukan pada 3 Mei 2020.
Namun, ‘Gerakan Peduli Covid-19’ melalui dana urunan secara suka rela kali ini, berbeda dengan yang sebelumnya, di mana pada bulan Mei lalu hanya mengarah kepada warga kurang mampu di seputaran Kota Denpasar. Sementara untuk yang sekarang, pembagian paket sembako yang mereka lakukan mulai merambah ke Kabupaten Gianyar.
Sama seperti pembagian paket sebelumnya, gerakan kali ini pun ‘dikomandani’ oleh Ketua Pengempon Pura Kertha Taman Sari Denpasar I Made Ray, didukung oleh semua unsur pengurus lainnya.
Ditemui di sela-sela membagikan sembako kepada salah seorang warga di kawasan Gianyar, Made Ray mengatakan, gerakan ini dilakukan sehubungan sejumlah warga, terutama di sekitar Banjar Kertha Buana Kaja dan Pura Taman Sari Denpasar, diketahui keadaan ekonominya cukup melorot sebagai dampak dari Covid-19.
Pada gerakan ini, lanjut dia, dibagikan sebanyak 42 paket sembako yang per paketnya terdiri atas mie instan, beras, minyak goreng, telur, gula pasir dan kopi.
“Dengan sembako yang kami ulurkan, diharapkan bisa membantu dan meringankan beban warga dari kebutuhan pangan, meski jumlahnya tidak tergolong besar,” kata pria yang dikenal sebagai penggemar sepeda motor dan mobil klasik itu.
Tak hanya pembagian sembako di wilayah Banjar Kertha Bhuana Kaja, semeton Pura Taman Sari juga telah melakukan pembagian di beberapa banjar lainnya di Kota Denpasar.
Untuk yang di Kabupaten Gianyar, Ray dan kawan-kawan berbagi sembako dan sejumlah uang tunia kepada seorang penderita sakit pembesaran di bagian kepala, Ni Wayan Diah Praba Ulandari, bocah wanita berusia empat tahun yang tampak terus mengerang akibat penyakit yang dideritanya.
Bocah yang hidup dari keluarga kurang mampu itu, diketahui sudah sejak lahir kondisinya tidak normal, di mana bagian kepalanya yang terus membesar.
Bocah yang biasa disapa Ni Wayan Diah itu, adalah putri dari pasangan I Komang Merdiawan dan Ni Wayan Ulan, bertempat tinggal di Banjar Bucuan, Desa Negara Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
“Kami sampai mengetahui alamat Ni Wayan Diah berikut penyakit yang dideritanya setelah membaca berita yang disiarkan portal LenteraEsai.id pada 2 Mei 2020 lalu, ” kata Ray, menerangkan. (LE-Duh)







