Tak Punya Smartphone, Hambat Peserta Pendidikan Kesetaraan Ikuti Ulangan Online

I Wayan Pasek Sujena selaku Ketua PKBM Dharma Sedana Santhi

Karangasem,LenteraEsai.id – Penilaian akhir semester genap pendidikan kesetaraan paket A,B dan C yang diselenggarakan PKBM Dharma Sedana Santhi yang beralamat di Banjar Bengkel, Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem, mengalami kendala di masa pandemi Covid-19 ini.

“Memang ada kendala utama, yakni masalah ulangan yang kami terapkan secara online kepada warga belajar yang mengikuti program pendidikan kesetaraan paket A,B dan C,” kata I Wayan Pasek Sujena selaku Ketua PKBM Dharma Sedana Santhi saat ditemui pada Jumat 29/5/2020).

Bacaan Lainnya

Wayan Pasek mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan pemerintah yang tidak memperbolehkan melakukan perkumpulan atau pertemuan dalam jumlah massa yang banyak, mendasari PKBM untuk berusaha melakukan penilaian atau ujian akhir semester secara online.

Akan tetapi, semua itu cukup sulit untuk direalisasikan karena warga belajar yang terdaftar usianya heterogen dari usia muda sampai lanjut usia. Di mana tidak semua siswa mempunyai smartphone, bahkan ada yang tidak bisa pakai smartphone sama sekali.

“Akhirnya kami dan para tutor di PKBM memutuskan untuk mencetak soal ulangan untuk diserahkan kepada warga belajar untuk dikerjakan di rumah masing-masing,” kata Wayan Pasek menjelaskan.

Untuk pendistribusian soal-soal ulangan yang sudah dicetak, warga belajar mengambil sendiri soal ke lembaga. “Ada juga yang dibawakan langsung ke rumahnya, supaya semua peserta bisa mengikuti ulangan akhir semester secara bersamaan,” katanya.

Wayan Pasek menjelaskan, untuk tahun ini PKBM Dharma Sedana Santhi memiliki siswa yang terdiri atas ratusan warga belajar yang mengikuti ulangan akhir semester.

Untuk paket A kelas IV punya siswa 11 orang, paket B kelas VII dan VIII ada 24 orang, sedangkan paket C kelas X dan XI ada 76 orang warga yang belajar. Dari semua itu, hanya sekitar 45% yang bisa mengikuti ulangan akhir semester secara online.

“PKBM Dharma Sedana Shanti baru saja meluluskan peserta didik paket C setara SMA sebanyak 34 orang, yakni kelas XII,” ucap Wayan Pasek di akhir perbincangan. (LE-Mat)

Pos terkait