Mengusung Nilai ‘Local Wisdom’, RISE Mulai Bangun VASA Ubud Senilai Rp1 Triliun

Vasa Ubud
Groundbreaking hotel VASA Ubud, yang terletak di Payangan, Gianyar, Bali, Jumat (17/7/2026) - (Foto: Dok LenteraEsai)

Ubud, LenteraEsai.id – Berlandaskan nilai ‘local wisdom’ yang berpadu dengan kemewahan modern, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) resmi memulai pembangunan proyek VASA Ubud, sebuah hotel dan vila ultra-luxury yang digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata premium Indonesia. Proyek yang berlokasi di kawasan tebing Sungai Ayung, Ubud, Bali, ini menelan investasi sekitar Rp1 triliun.

Prosesi groundbreaking yang digelar pada Jumat (17/7/2026) menjadi tonggak ekspansi VASA ke Pulau Dewata setelah sebelumnya sukses mengembangkan VASA Hotel Surabaya dan VASA Suite Surabaya. Melalui proyek ini, RISE ingin menghadirkan produk hospitality karya anak bangsa yang mampu bersaing dengan merek-merek internasional.

Bacaan Lainnya

Chief Executive Officer (CEO) VASA, Devina Konatra, mengatakan peletakan batu pertama tersebut merupakan representasi mimpi sekaligus komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan standar pelayanan dan kualitas berkelas dunia.

Menurutnya, VASA tidak hanya ingin menyediakan tempat menginap, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap tamu, sekaligus membuka lapangan kerja dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri pariwisata Indonesia.

“Kami berharap VASA Ubud menjadi simbol bahwa brand hospitality Indonesia mampu bersaing dengan merek dunia dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Devina.

Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 70.391 meter persegi atau sekitar 7,39 hektare yang berbatasan langsung dengan tebing Sungai Ayung. Pengembang menargetkan pembangunan selesai dalam waktu 30 bulan.

Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), Hermanto Tanoko, mengatakan VASA Ubud diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan bisnis perusahaan di sektor hospitality.

Ia menjelaskan, setiap elemen dalam proyek tersebut dirancang dengan memasukkan jiwa dan budaya Bali sehingga para tamu tidak hanya menikmati kemewahan, tetapi juga memperoleh pengalaman spiritual dan budaya yang autentik.

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana dunia dapat merasakan keramahan Indonesia yang sejati. VASA Ubud dibangun dengan semangat hidup berdampingan bersama alam, budaya, dan Tuhan sesuai filosofi Tri Hita Karana,” kata Hermanto.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal, rangkaian kegiatan groundbreaking diawali dengan prosesi adat bersama tokoh masyarakat setempat.

Pembangunan VASA Ubud melibatkan sejumlah konsultan dan mitra profesional, di antaranya PT China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama, Duta Cermat Mandiri sebagai konsultan arsitektur dan lanskap, Hadiprana sebagai konsultan interior dan pencahayaan, Benjamin Gideon & Associates sebagai konsultan struktur, Makesthi Enggal Engineering sebagai konsultan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP), serta Rekagriya sebagai quantity surveyor.

Berfilosofi Kosmologi Bali

VASA Ubud dirancang dengan konsep bangunan berkepadatan rendah (low density) untuk menjaga privasi sekaligus menghadirkan ruang yang luas bagi para tamu.

Kawasan ini akan memiliki 41 unit vila mewah pribadi serta 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan luas mulai dari 48 meter persegi.

Secara arsitektur, desain VASA Ubud mengadopsi filosofi kosmologi Bali Kaja–Kelod, yang menggambarkan perjalanan spiritual manusia dari gunung menuju laut.

Bangunan utama bertajuk The Sanctuary ditempatkan di titik tertinggi kawasan, sementara aliran air alami menghubungkan area tebing hingga lembah, menciptakan lanskap yang menyatu dengan alam.

Seluruh kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern. Vila-vila dibangun mengikuti kontur terasering sawah khas Ubud dan dilengkapi vegetasi organik pada bagian atap (green roof).

Selain itu, VASA Ubud akan dilengkapi berbagai fasilitas premium, antara lain restoran fine dining, wedding chapel, amfiteater, spa village di tepi Sungai Ayung, hingga helipad pribadi.

Terapkan Prinsip Keberlanjutan

Selain mengedepankan kemewahan, proyek ini juga mengusung konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable design).

Beberapa teknologi ramah lingkungan yang diterapkan meliputi revitalisasi saluran air alami, penggunaan panel surya, sistem daur ulang air antarkolam, serta pemanfaatan vegetasi organik pada atap bangunan.

Manajemen RISE menilai VASA Ubud tidak sekadar menjadi destinasi menginap, melainkan sebuah destinasi yang menggabungkan kemewahan modern, pelestarian lingkungan, serta pelestarian budaya Bali.

Melalui proyek ini, perusahaan juga menargetkan terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wellness tourism dan pariwisata premium bertaraf internasional. (LE-Vivi)

Pos terkait