Gianyar, LenteraEsai.id – Partai Demokrat menegaskan komitmennya mendukung Program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia ASRI yang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat pada 9 September 2026.
Sebagai implementasi gerakan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali menggelar aksi bersih-bersih pantai dan pelepasan 300 ekor tukik di Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (7/8/2026).
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, mengatakan Pantai Lembeng dipilih karena memiliki potensi wisata yang besar dengan bentang alam yang masih alami.
Menurutnya, lokasi pantai yang berada tidak jauh dari kawasan wisata Sanur berpeluang menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan yang menginginkan suasana pantai yang lebih tenang.
“Pantai Lembeng letaknya tidak jauh dari Sanur yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata favorit. Karena Sanur sudah cukup padat, kami berharap wisatawan juga dapat menikmati keindahan Pantai Lembeng yang memiliki daya tarik tersendiri,” ujar Mudarta.
Selain aksi bersih pantai, kegiatan juga diisi dengan pelepasan 300 ekor tukik berusia enam hari sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut.
Mudarta menjelaskan, pelepasan tukik memiliki makna yang selaras dengan filosofi Hindu Bali. Dalam kosmologi Hindu dikenal konsep Bedawangnala, yakni penyu raksasa yang melambangkan keseimbangan alam semesta, stabilitas, perlindungan, dan keberlangsungan kehidupan.
Menurutnya, simbol tersebut memiliki relevansi kuat dengan semangat pelestarian lingkungan, terlebih Bali merupakan wilayah yang berada di jalur tektonik aktif sehingga menjaga keseimbangan alam menjadi tanggung jawab bersama.
“Tukik memiliki kemampuan untuk kembali ke tempat asalnya ketika dewasa. Harapan kami, beberapa tahun mendatang penyu-penyu ini akan kembali ke Pantai Lembeng sehingga turut menjaga keberlanjutan ekosistem pantai sekaligus menjadi daya tarik wisata alam,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Gianyar, Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati atau Cok Asmara, mengatakan Pantai Lembeng dipilih bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat.
Ia menjelaskan, di kawasan tersebut berdiri Pura Hyang Sangkur yang diyakini telah ada sejak abad ke-8. Berdasarkan cerita turun-temurun, pura tersebut menjadi tempat persinggahan pertama Rsi Markandeya saat melakukan perjalanan spiritual di Bali sebelum melanjutkan perjalanan menuju Alas Taro, kemudian ke kawasan Gunung Lebah Ubud, hingga akhirnya menanam Panca Datu di Pura Besakih.
Nilai sejarah dan spiritual tersebut, menurut Cok Asmara, menjadi kekuatan tersendiri bagi Pantai Lembeng untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata spiritual sekaligus wisata alam.
“Semoga ke depan Pantai Lembeng dengan keistimewaan wisata spiritualnya semakin dikenal sebagai tujuan wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kami juga berharap tukik yang dilepas hari ini suatu saat kembali ke pantai ini sehingga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan daya tarik wisata. Kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik ini akan terus kami lanjutkan karena sebagai masyarakat Bali kami memegang teguh falsafah Tri Hita Karana,” ujar Cok Asmara.
Melalui Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia ASRI, Partai Demokrat berharap dapat mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan ekosistem pesisir, serta memperkuat pembangunan pariwisata Bali yang berkelanjutan. (LE-003)







