Bocah Yatim di Gegelang Rajin Cari Pakan Ternak, meski kadang Dengan Linangan Air Mata

Karangasem, LenteraEsai.id – Nasib kurang beruntung dialami bocah I Putu Agus Mahendra (5,5) dan adiknya I Kadek Yoga Pratama (4). Dua bersaudara kandung ini ditinggal oleh orang tuanya sejak bayi masih merah.

Putra kedua, Kadek Yoga yang warna kulitnya masih memerah karena baru berusia tiga bulan, sudah harus ditinggal orang tuanya yang memilih untuk bercerai.

Bacaan Lainnya

Tidak tergolong lama kedua balita itu melangsungkan hidup dengan ayah kandungnya I Wayan Budiarta, namun lagi-lagi menemukan nasib yang kurang beruntung.  Sang ayah meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Dari hasil penyelidikan polisi ikhwal kecelakaan pada pertengahan 2019 itu, terungkap bahwa Wayan Budiarta yang mengendarai sepeda motor menabrak sebuah truk di Banjar Tengading saat dia menuju ke rumahnya di Banjar Babakan, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Semenjak ayah mereka meninggal dunia, Putu Agus dan Kadek Yoga diasuh oleh kakek I Nengah Taluh dan nenek mereka di Banjar Babakan, Desa Gegelang.

Sang pengasuh yang hanya bekerja sebagai petani dan buruh serabutan itu, mengaku selama ini cukup kewalahan untuk bisa menghidupi kedua cucunya secara wajar.

Namun masih tergolong beruntung, kata Nengah Taluh, masih ada beberapa yayasan yang datang untuk memberikan bantuan, sehingga bisa untuk menambah memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ketika ditemui di rumahnya pada Sabtu (18/4) petang, Nengah Taluh menyebutkan, di balik kemalangan yang mereka harus jalani, kedua cucunya itu tergolong anak yang penurut dan soleh.

“Selama ini mereka cukup rajin untuk membantu kami, ya sekedar menyapu halaman dan kadang juga ikut membantu mencari rumput untuk pakan ternak,” kata Nengah Taluh.

Namun demikian, mereka terkadang juga sering terlihat sedih, mungkin karena ingat sama orang tuanya.  “Terutama yang bungsu sering menanyakan orang tuanya, tapi langsung saya jawab, nanti juga pulang, mereka masih kerja,” ujar Nengah Taluh, lirih dengan kedua bola matanya yang mulai tampak berkaca-kaca.

Sedangkan cucunya yang cikal yang kini sudah berusia 5 tahun 6 bulan,  lanjut dia dengan nada vokal terbata-bata, kadang terlihat menitikkan air mata sembari tetap menghayunkan tangannya untuk menyambit rumput di kebun, belakang rumah.

“Dengan kerendahan hati saya berharap kepada semua pihak dapat membantu kelangsungan hidup cucu dan keluarga kami,” ucap Nengah Taluh, mengharapkan.

Seiring berjalannya waktu, Agus Mahendra dan Kadek Yoga tentunya akan semakin tumbuh dewasa, dan tentunya juga akan semakin banyak kebutuhan.

“Apalagi nanti kalau mereka sudah mulai bersekolah, dari mana kami dapat biaya, sementara kami akan menjadi semakin tua dan tidak mampu lagi untuk bekerja,” ujar Nengah Taluh seperti tersedak dan tidak mampu lagi meneruskan kata-katanya.  (LE-Met)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *