Badung, LenteraEsai.id – Mengambil tema “Cutting Edge Technology and Sciences for Enhancing Maritime Safety, Security, Health and Environment”, para pakar maritim dari berbagai negara berkumpul di Bali untuk membahas teknologi keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, hingga masa depan industri maritim berkelanjutan. Momentum tersebut juga ditandai dengan hibah perangkat lunak Automatic Identification System (AIS) atau “GPS laut” dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung guna memperkuat perlindungan kawasan perairan Nusa Penida.
Keselamatan maritim dan strategi menjaga lingkungan laut menjadi fokus pembahasan dalam 5th Maritime Safety International Conference (MASTIC) 2026 yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 di Hotel Kuta Paradiso, Kuta, Badung.
Konferensi internasional yang diselenggarakan Departemen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menjadi wadah bertemunya akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri maritim untuk berbagi inovasi dan hasil riset dalam meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.
Acara dibuka oleh Gubernur Bali Dr. I Wayan Koster, M.M., didampingi Rektor ITS Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Ketua Panitia Dr. I Manik Sukanegara, S.T., M.Sc.
MASTIC merupakan konferensi internasional bidang keselamatan maritim yang diinisiasi Laboratorium Keandalan dan Keselamatan Kapal bekerja sama dengan Pusat Unggulan Iptek Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut (PUI KEKAL) ITS. Tahun ini, konferensi menghadirkan tiga keynote speaker, yakni Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala SKK Migas Dr. Djoko Siswanto, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Kemendikbudristek Prof. Dr. I Ketut Adnyana, serta Prof. Dr. Ketut Buda Artana dari ITS.
Selain seminar utama, sebanyak 100 makalah ilmiah dipresentasikan dari sekitar 140 naskah yang diajukan. Konferensi juga menghadirkan dua workshop bertema Abandonment and Site Restoration (ASR) serta Smart Navigation for Ship Traffic Safety yang membahas teknologi terbaru dalam keselamatan pelayaran dan pengelolaan kawasan laut.
Salah satu agenda penting dalam MASTIC 2026 adalah penyerahan hibah perangkat lunak Automatic Identification System (AIS) atau yang diistilahkan sebagai “GPS laut” kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung. Hibah tersebut diserahkan Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Dr. Ir. Setyo Nugroho dan diterima langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria.
Selain Pemkab Klungkung, hibah serupa juga diberikan kepada Universitas Pattimura, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Borneo Tarakan sebagai bagian dari penguatan kolaborasi riset berbasis data AIS.
Prof. Ketut Buda Artana menjelaskan, sistem AIS tersebut tidak hanya berfungsi memantau lalu lintas kapal, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam perlindungan lingkungan laut, pengawasan instalasi lepas pantai, hingga pelestarian ekosistem terumbu karang.
“Software tersebut bisa merekam aktivitas di kawasan laut. Ibaratnya seperti GPS di daratan. Dengan sistem ini, kapal tidak bisa sembarangan menjatuhkan jangkar karena seluruh aktivitas kapal dapat dipantau. Ini sangat penting untuk kawasan sensitif seperti perairan Nusa Penida di Selat Lombok,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan Nusa Penida merupakan habitat berbagai biota laut yang memiliki nilai konservasi tinggi, seperti terumbu karang, ikan mola-mola, pari manta, dan berbagai spesies lainnya yang rentan terhadap kerusakan akibat aktivitas pelayaran maupun pencemaran laut.
Selain itu, perangkat lunak AIS juga memiliki kemampuan mengukur emisi karbon dari aktivitas kapal sehingga dapat mendukung upaya pengurangan emisi serta pengelolaan lingkungan laut secara berkelanjutan.
Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut. Menurutnya, teknologi yang dikembangkan ITS menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pemerintah daerah menjaga kawasan kepulauan.
“Saya berterima kasih atas hibah dari ITS ini. Peralatan ini akan sangat membantu dalam menjaga lingkungan laut karena daerah kami terdiri dari wilayah kepulauan,” katanya.
Sementara itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya berkaitan dengan keselamatan manusia, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap lingkungan laut, perekonomian, kesejahteraan nelayan, hingga keberlangsungan industri maritim.
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki kompetensi unggulan di bidang kemaritiman, ITS, kata dia, terus berkomitmen mendukung pengembangan teknologi dan kolaborasi internasional melalui MASTIC.
“Kita telah menyaksikan berbagai insiden kecelakaan kapal dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu MASTIC memiliki peran penting dalam memberikan masukan kepada para pemangku kepentingan agar tingkat kecelakaan maritim di Indonesia dapat ditekan,” ujarnya.
Ketua Panitia MASTIC 2026, Dr. I Manik Sukanegara, mengatakan konferensi tahun ini menghadirkan peserta dari berbagai negara dengan cakupan pembahasan yang sangat luas, mulai dari keselamatan pelayaran, logistik maritim, big data, robotika, energi terbarukan laut, teknologi perkapalan, biologi kelautan, pariwisata bahari, hingga kebijakan dan pendidikan maritim.
Ia berharap forum tersebut mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan lembaga penelitian dalam membangun jejaring global guna meningkatkan keselamatan transportasi laut sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan maritim.
Senada dengan itu, Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS Dr. Dhimas Widhi Handani menilai MASTIC menjadi ruang untuk mempertemukan kepentingan pengembangan industri maritim dengan perlindungan masyarakat serta lingkungan.
Menurutnya, hasil riset dan inovasi teknologi yang dipresentasikan dalam konferensi ini diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan sektor maritim, sehingga peningkatan kapasitas industri dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan laut.
Sebagai pelengkap rangkaian kegiatan, panitia juga menggelar Student Poster Competition yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kompetisi tersebut menampilkan berbagai hasil riset mengenai teknologi kelautan, keselamatan operasional kapal, perlindungan wilayah laut, hingga inovasi masa depan dalam sektor kemaritiman. (LE-003)







