Munculnya ‘Danau Dadakan’ Tukad Badung XXIX, Warga Berharap ada Kepedulian Pemerintah

Denpasar, LenteraEsai.id – Sejumlah warga yang tinggal di Jalan Tukad Badung XXIX Denpasar belakangan mengeluhkan adanya ‘danau dadakan’, yakni genangan air setinggi sekitar satu meter atau mencapai pinggang orang dewasa, sejak sebulan terakhir ini.

“Saya ini hanya orang kecil, mungkin ini penyebab tidak ada yang mengerti terhadap keluhan saya, yang harus tinggal di rumah yang tergenang air hujan. Kejadian ini sudah berlangsung sejak kira-kira satu bulan lalu,” ujar Ny Poniah (50) didampingi suami Wayan Rangka (60), salah satu keluarga yang tinggal di Jalan Tukad Badung Denpasar, ketika ditemui pada Kamis (5/3/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Ny Poniah mengaku ketakutan jika genangan di kawasan tempat tinggalnya nanti mengundang beberapa jenis penyakit, seperti gatal-gatal atau bahkan demam berdarah. Sejumlah warga di daerah Tukad Badung sudah ada yang dirawat di rumah sakit karena terjangkit demam berdarah.

“Lah ini, di tempat tinggal saya sekarang sudah banyak nyamuk berkembang biak, karena ada genangan air. Takut saya jadinya,” katanya sambil menunjuk ‘kolam dadakan’ yang mengepung rumahnya.

Wayan Rangka menambahkan, keluarganya selama ini tinggal di atas lahan seluas 12 are, yang merupakan milik orang lain. Lahan itu sehari-hari ditanami padi dan pada sisi depan dibangun gubuk. Pada gubuk inilah, ia tinggal berdua dengan istrinya sebagai petani penggarap.

Malangnya, sejak sebulan terakhir ini, hujan deras mengguyur wilayah Denpasar. Genangan air hujan seolah terjebak pada lahan sawah yang menjadi tempat tinggalnya, dikarenakan di depan rumahnya yang dahulu terdapat parit untuk mengalirkan air, kini telah ditutup.

“Sekarang air dari sawah ini tidak memiliki ‘telabah’ untuk mengalir keluar. Tanah di depan rumah kan sudah dibeli orang. Nah, paritnya langsung ditutup. Seharusnya masih ada saluran air yang mengarah pada persawahan penduduk. Akan tetapi, saluran air itu telah ditutup pula, karena takut persawahan penduduk kebanjiran. Akhirnya ya air hujan jadi terjebak di tempat saya. Kalau tidur pun digenangi air di samping kasur,” ujar Wayan Rangka.

Warga setempat sangan berharap pihak Pemkot Denpasar segera dapat mengbil tindakan untuk membuat saluran air hujan demi warga di sekitar bisa hidup nyaman dan layak tanpa terganggu oleh genangan air yang juga dapat menyembabkan timbulnya berbagai penyakit.

Mestinya kawasan LC selau siaga dengan saluran air limbah hujan, tidak seperti di sini yang sama sekali tidak diperhatikan oleh pemerintah, padahal wilayah Kota Denpasar tidak begitu luas tapi kok bisa yaa air tergenang setinggi 1 meter dalam waktu yang sangat lama.

Bayangkan, kata warga, genangan sudah berlangsung sebulan namun belum juga ada penanganan dari pihak Pemkot Denpasar. Hal tersebut membuat suami istri yang gubugnya direndam limbah air hujan geleng- geleng kepala sambil mengelus dada. (LE-DP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *