Ida Rsi Putra Manuaba Soroti Makna Ayodhya dan Yogyakarta sebagai Simbol Persahabatan Dua Bangsa

Ida Rsi Putra Manuaba
Perdana Menteri India, Narendra Modi bersama pendiri Ashram Gandhi Puri, Ida Rsi Putra Manuaba - (Foto: Dok LenteraEsai)

Denpasar, LenteraEsai.id – Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Candi Prambanan dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan peradaban antara India dan Indonesia. Bagi pendiri Ashram Gandhi Puri, Ida Rsi Putra Manuaba, kedua negara tidak hanya dihubungkan oleh kerja sama diplomatik, tetapi juga oleh ikatan sejarah, budaya, dan spiritual yang telah terjalin selama ribuan tahun.

Ida Rsi Putra Manuaba menuturkan, pemahamannya mengenai kedekatan kedua bangsa mulai terbentuk saat menempuh pendidikan di India pada 1992. Menurutnya, India mengajarkan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak semata ditentukan oleh kemajuan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuannya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Bacaan Lainnya

Semangat itu kemudian diwujudkannya melalui Ashram Gandhi Puri yang didirikan pada 6 September 1997. Lembaga tersebut, katanya, dibangun sebagai ruang untuk mempererat persahabatan antarmanusia melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan pengembangan karakter.

Ia menilai hubungan antara Ayodhya dan Yogyakarta memiliki makna simbolis yang kuat. Ayodhya dikenal sebagai tempat kelahiran Sri Rama dan pusat nilai-nilai dharma, sementara Prambanan menjadi salah satu warisan budaya dunia yang mengabadikan kisah Ramayana melalui relief-reliefnya.

“Ramayana bukan sekadar kisah masa lalu, tetapi mengandung nilai kepemimpinan, integritas, kesetiaan, dan pengabdian yang tetap relevan bagi kehidupan modern,” ujarnya.

Ida Rsi juga mengungkapkan bahwa pada 2024 ia berkesempatan berdialog dengan Anandiben Patel dan Yogi Adityanath. Pertemuan tersebut membahas pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people network) melalui pendidikan, pertukaran budaya, yoga, dan kegiatan pelayanan kemanusiaan.

Menurutnya, masa depan hubungan India dan Indonesia akan semakin kuat apabila dibangun melalui kolaborasi masyarakat, bukan hanya diplomasi antarnegara.

Melalui Gerakan Shantisena dan Ashram Gandhi Puri, pihaknya terus mendorong pendidikan karakter bagi generasi muda serta menanamkan nilai pelayanan kepada sesama sebagai fondasi membangun perdamaian.

Ia meyakini, di tengah berbagai tantangan global, nilai-nilai yang diwariskan dari Ayodhya hingga Yogyakarta mengajarkan bahwa peradaban besar lahir dari penghormatan terhadap keberagaman, persahabatan, dan kemanusiaan.

“Semangat Vasudhaiva Kutumbakam atau dunia adalah satu keluarga menjadi pengingat bahwa manusia akan menemukan kemuliaannya ketika hidup dalam dharma, melayani dengan cinta kasih, dan mengabdikan diri bagi kebaikan bersama,” tutupnya. (LE-003)

Pos terkait