Kementerian KKP Targetkan Produksi Udang Vaname di Karangasem Capai 2 Juta Ton Pada 2024

Karangasem, LenteraEsai.id – Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI resmi meluncurkan program produk udang unggul vaname pada Jumat (28/10/2022) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan rangkaian dari hari ulang tahun ke-23 KKP.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengklaim jika tambak udang yang ada di Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan Kabupaten Karangasem di Desa Bugbug, mampu menghasilkan indukan udang dengan kualitas unggul. Baik dari segi daya tahan terhadap penyakit maupun adaptif terhadap kondisi cuaca dan alam Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sakti Wahyu Trenggono menaruh harapan besar pada Program Induk Udang yang dijuluki Nusa Dewa itu. Ia bahkan menyebutkan bahwa target produksi udang di Karangasem pada tahun 2024 sebesar dua juta ton.

Menteri mengapresiasi Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan Karangasem, Wendi Tri Prabowo atas keberhasilannya dalam meneliti dan mengembangkan induk udang unggul tersebut. Menteri Kelautan dan Perikanan mengharapkan agar hal tersebut dapat ditingkatkan, salah satunya dengan tingginya industri dan banyaknya investor yang bisa mensupport para pembudidaya.

“Sejarah bagi Indonesia, nantinya kita sudah tidak akan lagi import induk, kita sudah bisa buat sendiri melalui balai budidaya ini. Kita yakini Indonesia ke depan akan menjadi campion pada 5 tahun lagi,” ucapnya saat sesi wawancara berlangsung. Di mana menurut informasi, biasanya udang vaname yang ada di Indonesia diimport dari luar negeri, yakni dari Hawaii.

Sementara itu, Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan Karangasem, Wendi Tri Prabowo menjelaskan, yang membedakan indukan udang vaname Nusa Dewa dengan udang lainnya, yakni cepat tumbuh dan juga diklaim memiliki daya tahan lebih terhadap penyakit serta adaptasi terhadap lingkungan di Indonesia.

“Ini kombinasi keduanya antara daya tahan dan adiktif sehingga disebut balance. Kelebihan dari induk, dia adaptif terhadap kondisi alam dan perairan di Indonesia. Karena dalam budidaya dibutuhkan kepastian panen dan itu diraih oleh udang yang punya daya tahan dan adaptif. Daya tahan dari penyakit dan adaptif tahan terhadap kondisi cuaca,” ujar Prabowo.

Untuk produksi induk udang Nusa Dewa, dari benih sampai dengan menjadi indukan siap kirim, dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan sampai  masa panennya. Sementara untuk udang konsumsi hanya dibutuhkan waktu sekitar 60 hari.

“Untuk mencetak indukan, butuh waktu hingga 4 bulan sampai siap kirim, kita atur ritmenya sehingga setiap minggu, bulan selalu tersedia. Sejauh ini kami telah mengirim induk undang hingga ke beberapa wilayah di Indonesia,” katanya, mengungkapkan. (LE-Ami)

Pos terkait