Marak Gagal Ginjal Misterius, Pemberian Resep Obat Sirup Anak Sementara Dilarang

Karangasem, LenteraEsai.id – Gangguan ginjal akut pada anak-anak secara misterius, kini menjangkiti hampir terhadap seratus anak di Indonesia. Di mana penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal/atypical progressive acute kidney injury (GGAPAPAKI) tersebut menyerang bayi usia 0-18 tahun di 20 provinsi di Indonesia sepanjang tahun 2022 ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, beredar surat dari pemerintah pusat yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan di setiap kabupaten/kota, di mana salah satu poinnya bertuliskan, “Tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama ketika dikonfirmasi pada Kamis (20/10/2022). “Benar, ini pedomannya merujuk pada Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nomor: B.18.440/6684/Pelkes/Diskes tanggal 19 Oktober 2022,” ucapnya.

Kadiskes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, utamanya bagi orang tua yang memiliki anak (terutama usia kurang dari 6 tahun). Apalagi jika anaknya mempunyainya gejala penurunan volume/frekuensi urin atau tidak ada urin, dengan atau tanpa demam/gejala prodromal lain, diharapkan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Bila ada balita sakit, menderita demam atau sebagainya, hendaknya ibu-ibu di rumah lebih mengedepankan tatalaksana non farmakologis seperti mencukupi kebutuhan cairan, kompres air hangat, dan menggunakan pakaian tipis. Jika terdapat tanda-tanda bahaya, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” katanya, menekankan.

Kadiskes menjelaskan, kaum ibu yang sedang menyusui bayinya, untuk sementara waktu diimbau tidak mengkonsumsi obat-obatan yang didapatkan secara bebas, tanpa anjuran dari tenaga kesehatan yang kompeten sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah.

Terkait kasus tersebut, kata Putra Pertama, syukurnya di Kabupaten Karangasem sendiri belum ada ditemukan bayi atau balita yang menderita penyakit gagal ginjal akut yang faktor penyebabnya masih misterius. (LE-Ami)

Pos terkait