Karangasem, LenteraEsai.id – Bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang yang menelan korban jiwa, luka-luka dan kerugian material di beberapa daerah di Kabupaten Karangasem, telah memaksa puluhan warga untuk pergi mengungsi ke tempat yang dianggap aman.
Mereka yang pergi mengungsi umumnya mengaku takut terhadap kemungkinan munculnya bencana susulan, mengingat hujan dengan intensitas cukup tinggi masih saja mengguyur wilayah Bali bagian timur itu.
Melihat kondisi tersebut, kini mulai mengundang perhatian para relawan peduli kemanusiaan untuk datang mengulurkan bantuan. Pada Kamis (20/10/2022) misalnya, suatu kelompok yang bergerak di bidang kemanusiaan, yakni Komunitas Team Eastribution Karangasem dan Komunitas Lentera Hati, turun ke lokasi untuk menyerahkan bantuan bagi para korban bencana di Banjar Adat Basangalas, Desa Tri Bhuana, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.
“Kami dari Komunitas Eastribution membagikan sekitar 20 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak, telur dan mie instan, sementara dari Lentera Hati menyerahkan 4 paket sembako. Kali ini kami cola bareng di dua titik, di Banjar Basangalas dan Lempuyang. Tidak hanya di tempat pengungsian saja, tapi kami juga menyerahkan bantuan kepada warga secara door to door,” ujar Ketua Eastribution Team Karangasem Komang Suwada, saat menyerahkan bantuan ke salah satu korban bencana yang mengungsi di Pura Dadia Basangalas. Di mana, ada sekitar 15 KK yang mengungsi di tempat tersebut.
Tak hanya itu, di tempat berbeda, beberapa organisasi kepemudaan di Kabupaten Karangasem juga terlihat turun ke jalan untuk menggalang dana guna membantu para korban bencana alam.
Salah satu organisasi yang turun, ialah PC KMHDI. Kerta PC KMHDI Karangasem Ketut Suardana mengatakan, giat pemgumpulan dana dengan turun ke jalan, kini dilakukan oleh beberapa organisasi yang tidak hanya KMHDI. Orgasnisasi tersebut antara lain BEM dan HMP STKIP Agama Hindu Amlapura, BEM Alfaprima, Taruna Praja Karangasem dan Saka Wira Kartika Karangasem.
“Aksi kami lakukan di beberapa titik di jalan seputaran Kota Amlapura, yakni di pertigaan Abang, pertigaan Patung Kreta, pertigaan Jalur 11-Paya dan pertigaan Jalur 11-Cicang. Kegiatan yang berlangsung selama satu setengah jam itu berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp16. 650.500,” ucap Suardana, menyampaikan. (LE-Ami)







