Denpasar, LenteraEsai.id – Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali hingga per tanggal 10 Mei 2020.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, di Denpasar, Minggu (10/5) petang mengatakan, jumlah pasien positif Covid-19 secara kumulatif kini menjadi 311 orang, setelah ada penambahan 5 orang WNI yang terdiri atasi 4 orang pekerja migran Indonesia (PMI) dan 1 orang transmisi lokal.
Sementara untuk pasien yang telah sembuh sebanyak 204 orang setelah hari ini bertambah 7 orang WNI, terdiri atas 2 orang PMI dan 5 orang non-PMI. Mengenai pasien yang meninggal dunia, jumlahnya tetap 4 orang, ujarnya.
Dewa Indra yang juga menjabat Sekda Provinsi Bali mengatakan, pasien positif Covid-19 (kasus aktif) yang kini masih dalam perawatan di 10 rumah sakit dan tempat dikarantina di Bapelkesmas dan BPK Pering, tercatat sebanyak 103 orang.
Mengenai penduduk yang positif Covid-19 di Bali, dikatakan sebagian besar masih didominasi oleh imported case, sedangkan untuk transmisi lokal sebanyak 118 orang.
Adanya kasus penularan virus melalui transmisi lokal, kata Dewa Indra, menunjukkan bahwa di lingkungan masyarakat Bali masih ada yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.
Untuk itu, lanjut Dewa Indra, guna menekan kasus transmisi lokal, masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus yang kini terus mewabah.
Mengingat transmisi lokal Covid-19 yang memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19.
Sekda Dewa Indra juga meminta semua elemen masyarakat dapat membantu dan bekerja sama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan ‘tracing contact’ untuk menemukan siapa-siapa saja warga yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19.
“Dengan mengetahui warga yang pernah dekat dengan orang positif Covid-19, senantiasa petugas di lapangan akan lebih awal dapat melakukan penanganan terhadap warga yang berisiko terinfeksi Covid-19 itu, sehingga mampu mencegah penyebaran virus berikutnya kepada orang lain,” ujar Dewa Indra, menjelaskan. (LE-DP1)







