Dua Bocah Yatim Perlihatkan Sepatu Robek, Sedih Ibunya Nikah Lagi

Amlapura, LenteraEsai.id – Dua bocah yatim bernama Ni Luh Ayu Apriliana Sari (kelas V SD) dan Ni Kadek Junita Putri Apsari (kelas II SD) menanggung kesedihan mendalam dalam keseharian. Beberapa waktu lalu, ayahnya I Wayan Dita, meninggal dunia setelah menderita sakit.

Kesedihan ini belum pulih, tatkala ibunda kedua bocah itu kemudian meninggalkan rumah karena menikah lagi dengan orang lain. Kini, sehari-hari kedua bocah tersebut diasuh paman I Made Suka dan bibinya, yang hidup dalam keprihatinan di Banjar Tista Gede, Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Bacaan Lainnya

Hidup berbalut kesederhanaan ini dirasakan Ayu Apriliana dan Junita Putri, karena sang paman bekerja serabutan. Tidak ada pemasukan tetap setiap hari, karena Made Suka hanya bekerja jika dipanggil seseorang yang memerlukan tenaga, seperti mengecat rumah, atau sesekali buruh bangunan.

“Saya menghidupi kedua ponakan yang sudah yatim dengan apa adanya saja, karena penghasilan saya pas-pasan. Apalagi saya menanggung istri dan dua anak yang masih kecil-kecil. Tadinya malah ada tiga ponakan yang saya asuh. Tetapi ada satu lagi saudara Ayu Apriliana dan Junita Putri, yang kemudian diasuh keluarga yang lain,” ujar Made Suka ketika memberikan keterangan pada awak LenteraEsai.id baru-baru ini.

Menurut Wayan Suka, adanya pandemi Covid-19 saat ini telah membuat keluarganya sangat didera kesulitan ekonomi untuk kebutuhan hidup. Karenanya, tidak heran jika dirinya belum bisa membelikan sepatu untuk kedua ponakannya yang kondisinya sudah robek, dikarenakan tidak memiliki uang lebih.

“Boro-boro beli sepatu, untuk membeli beras dan lauk pauk saja, kami  masih ‘kosal-koseh’ serba kekurangan. Tak jarang kebutuhan makan kami sehari-hari tak tercukupi,” ujarnya, lirih.

Sesungguhnya, Wayan Suka merasa gundah melihat kondisi keluarganya. Apalagi kedua ponakannya sering terlihat sedih sejak ditinggal ibunya menikah lagi. Akan tetapi, Wayan Suka selalu berupaya tegar agar kedua ponakannya tidak larut dalam kesedihan.

“Sekarang yang menjadi kendala utama adalah kesehatan saya. Sejak beberapa bulan ini, badan saya mendadak suka lemas, dan entah mengapa menjadi kurus. Saya takut karena kondisi yang saya alami ini, sama seperti keadaan saudara saya Wayan Dita sebelum meninggal dunia,” ujar Wayan Suka.

Dengan kondisi kesehatannya yang menurun, Wayan Suka kini lebih sering di rumah dan jarang dapat bekerja mencari nafkah. “Semoga ada bantuan dari dermawan agar dapat membelikan ponakan saya sepatu dan alat sekolah, serta sembako untuk kebutuhan sehari-hari. Supaya jika sekolah dibuka lagi, keponakan saya punya sepatu yang layak,” ujar Wayan Suka dengan wajah memelas.

Bantuan untuk kedua bocah yatim ini dapat disalurkan melalui Yayasan Kita Peduli (Bank BRI unit Abang, no rekening: 4606-01-013725-53-0). Diharapkan semoga ada dermawan yang berkenan untuk menjadi orang tua asuh bagi kedua bocah yatim itu. (LE-KR)

Pos terkait