Karangasem, LenteraEsai.id – Kawanan kera liar sejak beberapa hari ini turun gunung dan masuk ke wilayah pekarangan rumah dan areal pertanian milik penduduk di Desa Kertha Mandala, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.
Kehadiran kera secara demonstratif di wilayah Bali bagian timur itu, sempat menimbulkan keresahan dan kegundahan sejumlah warga. Masalahnya, kera yang tiba-tiba muncul tidak hanya tampak beringas, tetapi juga merusak dan melahap aneka tanaman milik penduduk.
Tidak hanya itu, tidak sedikit dari kawanan kera yang juga memanjat ‘pelinggih’ atau ‘sanggah’ milik penduduk guna mencari dan menyantap sesajen yang dihaturkan, baik berupa buah-buahan maupun yang lainnya.
Perbekel Desa Kertha Mandala I Made Oka Dharma Pranata ketika dikonfirmasi, Senin (25/7/2022), mengakui bahwa wilayah desanya kini ‘diserbu’ kawanan kera liar yang datang dari hutan di perbukitan yang tidak jauh dari daerah pemukiman penduduk.
“Betul, sejak kurang lebih sepekan ini kera datang ke pemukiman. Namun, kemunculan satwa liar tersebut sebenarnya tidak untuk yang pertama kalinya, melainkan telah sering datang secara musiman,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, pada musim tertentu kera turun dari bukit, masuk ke wilayah pertanian penduduk. Tapi, belakangan ini jumlahnya diketahui cukup banyak dengan merusak dan menyantap aneka tanaman milik petani.
“Kera-kera yang kemungkinan besar berasal dari perbukitan di kawasan Desa Kertha Mandala itu juga datang dengan menyatroni rumah-rumah penduduk, sehingga cukup meresahkan warga setempat,” katanya
Beberapa penduduk setempat menduga kawanan kera yang terlepas dari kelompoknya, datang dari perbukitan di sebelah barat desa, antara lain yang masuk ke dalam wilayah Desa Kangkang dan Datah.
Dulu, lanjut Perbekel Oka, kera yang datang dari perbukitan yang sama, tidak sampai masuk ke rumah-rumah atau pekarang penduduk, cukup hanya di kebun saja. Tapi kini, malah menggesarak ‘pelinggih’ atau ‘sanggah’ milik warga.
Sehubungan telah meresahkan, kejadian tersebut akhirnya dilaporkan oleh aparat desa ke Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, dengan harapan dapat secepatnya dilakukan penanganan.
“Tadi sudah datang petugas dari dinas untuk melakukan pengecekan ke lokasi guna dilakukan upaya penanganan yang tepat,” kata Perkebel Oka sembari menyebutkan, upaya berupa penangkapan nampaknya sulit untuk dapat dilakukan, mengingat satwa-satwa liar tersebut begitu cepat kabur bila melihat ada manusia yang datang. (LE-Ami)







