Minat Warga Karangasem Kerja di Luar Negeri Masih Tinggi, Namun Terkendala Modal Keberangkatan

Karangasem, LenteraEsai.id – Minat warga masyarakat Karangasem untuk bekerja di luar negeri masih terbilang tinggi. Hal tersebut didasari rasa ingin mengembangkan diri dan mencapai perekonomian yang lebih baik. Bidang pekerjaan yang paling diminati untuk dilakoni bekerja di luar negeri, salah satunya ialah di bidang spa khususnya massage spa (spa pijat).

Untuk itu pewarta LenteraEsai, Senin (11/7) berkunjung ke sebuah LKP yang menyediakan pelatihan kerja bidang spa, yakni LKP Fanda. Siti Nur Fahtonah atau lebih akrab dipanggil dengan nama Bu Fanda ialah pendiri dari LKP Fanda sekaligus menjadi instruktur. Dirinya menyebutkan jika selama ini sudah berhasil memberangkatkan 80 tenaga spa terapis. Dan kini pihaknya tengah mencetak 20 orang siswa lagi untuk menjadi spa terapis yang siap berkompetisi dan diberangkatkan ke luar negeri.

Bacaan Lainnya

Peserta pelatihan sendiri sebagian besar terdiri dari perempuan. “Ya, karena spa lebih banyak perempuan, tapi kita ada siswa laki-laki, 2 orang. Dia ingin berangkat ke Polandia,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Amlapura.

Menurutnya, minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri memang tinggi, namun kendalanya ialah ketiadaan biaya awal atau modal awal untuk berangkat. “Biasanya siswa kita berangkat ke Turki, itu dengan biaya Rp 17.000.000 sedangkan untuk berangkat ke Polandia membutuhkan biaya Rp 25.000.000,” ujar Bu Fanda.

Biaya keberangkatan ke dua negara itu berbeda, karena menurut Bu Fanda penghasilan yang didapat dari dua negara ini pun berbeda. Jika di Turki rata-rata spa terapis akan digaji sebanyak Rp 6.000.000 – Rp 8.000.000 /bulan, sedangkan di Polandia gajinya bisa mencapai Rp 12.000.000 tiap bulan. Untuk kontrak kerja, mulai dari satu tahun. Sementara mereka yang berangkat menggunakan visa kerja yang berfungsi selama 5 tahun.

Karena tingginya masyarakat yang ingin berangkat keluar negeri namun terbentur biaya, maka pihaknya berharap pemerintah dapat mencarikan solusi. Namun untuk pelatihan sendiri, di tempat ini disediakan pula pelatihan gratis bagi yang tidak mampu.

“Kita di sini memfasilitasi pelatihan. Jika yang tidak mampu bisa dapat pelatihan gratis, dengan syarat diajukan terlebih dahulu ke Dinas Pendidikan Karangasem,” katanya, menjelaskan. (LE-Ami)

Pos terkait