Karangasem, LenteraEsai.id – Pascadibukanya pintu wisatawan ke Pulau Dewata oleh pemertintah sejak beberapa bulan lalu, berbuah manis bagi tempat kunjungan atau objek wisata yang ada di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.
Betapa tidak. Sejak beberapa hari ini, dikaitkan pula dengan liburan panjang Hari Raya Idul Fitri, ribuan wisatawan demestik dan mancanegara ‘menggerudug’ Gumi Lahar, termasuk objek yang ada di puncak gunung, yakni Pura Sempuyang, di Desa Adat Purwayu, Desa Tribhuana, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.
Jubelan pelancong sejak dua hari ini, tampak berebut dan antre berswafoto di depan Candi Pura Lempuyang, atau yang kerap disebut pintu surga (the geat of heaven), demikian pewarta LenteraEsai (LE) melaporkan dari pura di ketinggian itu, Rabu (4/5).
Seperti diketahui, sebelum Covid-19 melanda dunia dua tahun lalu, ratusan wisatawan tiap hari silih berganti datang ke Pura Lempuyang untuk mengabadikan momen di ‘pintu surga’ dengan latar belakang kemegahan Gunung Agung.
Kali ini, peristiwa tersebut terulang kembali dengan berjubelnya wisawawan baik lokal maupun mancanegara yang ingin berswafoto atau berfoto bersama di ‘pintu surga’.
Cukup membludaknya kedatangan wisatawan ke kawasan Gunung Lempuyang, terpantau juga dari banyaknya kendaraan yang mangkal di areal parkir utama yang berada 3 km di bagian bawah Pura Lempuyang. Pada areal seluas hampir dua hektar dengan kapasitas mobil parkir lebih dari 700 unit itu, terlihat separuh lebih dipenuhi mobil minibus yang membawa tamu ke Pura Lempuyang.
I Made Sumerta, petugas parkir di lokasi itu, membenarkan bahwa sejak beberapa hari ini areal parkir utama di Lempuyang hampir separuhnya dipadati kendaraan yang biasa dicarter untuk mengangkut para wisatawan.
Kondisi seperti ini nyaris mendekati tiga tahun lalu, sebelum wabah Covid-19 menerjang dunia, termasuk Bali. Hal senada juga dikatakan I Nyoman Sukadana, pengelola shuttle bus atau mobil khusus penjemputan dan pengantar wisatawan yang datang ke Pura Lempuyang.
Sukadana menuturkan, kedatangan wisatawan lokal dan mancanegara sudah mulai ramai ke Pura Lempuyang sejak akhir pelan lalu. Ada yang datang khusus untuk kepentingan bersembahyang, ada juga yang hanya jalan-jalan atau melancong.
“Hari ini sampai berjubel, dan antrean sangat panjang untuk dapat berswafoto di tempat favorit, di ‘pintu surga’,” ujar Sukadana.
Senada dengan Sukadana, Bendesa Adat Purwayu I Nyoman Jati mengaku sangat bersyukur dengan ramainya kembali wisatawan ke Pura Lempuyang, salah satu pura yang sangat disakralkan umat Hindu di Pulau Dewata.
“Menyambut ini, sudah tentu kami lakukan dengan sistem dan pelayanan yang bagus kepada para wisatawan, apalagi shuttle bus yang ada sekarang dikelola oleh Koperasi Giri Kencana Purwayu,” ucap Jati, bersemangat.
Jati juga merinci bahwa destinasi wisata Lempuyang selama ini dikelola oleh tiga desa adat, yakni Desa Adat Purwayu, Desa Adat Ngis, dan Desa Adat Basangalas.
Mengenai tarif masuk ke kawasan Lempuyang, Jati menyampaikan tidak ada menaikkan tarif seperti yang yang sempat beredar di media sosial (medsos). “Malah dibandingkan dengan sebelum Covid-19, tarif kali ini justru mengalami penurunan,” ujarnya.
Seperti sewa shuttle bus misalnya, kini Rp45 ribu per orang, sementara sebelum Covid-19, Rp50 ribu/orang. Tiket untuk berfoto untuk turis kini Rp55 ribu, di mana sebelumnya Rp100 ribu. Sedangkan untuk wisatawan domestik Rp30 ribu dari sebelumnya Rp50 ribu. “Semua turun kok. Aneh di medsos malah disebut naik,” ujar Jati, menandaskan.
Sementara Perbekel Desa Tribhuana I Nyoman Kerti juga mengaku sangat gembira melihat ramainya wisatawan ke Lempuyang, karena akan berpengaruh kepada warga yang kembali bisa bekerja di bidang tersebut. Mengingat selama ini tidak sedikit warga yang menjadikan kawasan Lempuyang sebagai tumpuan pencaharian.
Kepada para pengelola, baik untuk angkutan shuttle bus maupun tempat swafoto, Nyoman Kerti berpesan, hendaknya dapat mengedepankan pelayanan yang profesional dan melayani dengan hati, sehingga akan berdampak positif pada wisatawan lainnya untuk lebih tertarik datang ke Pura Lempuyang. (LE-Sua)







