Kota Binjai, LenteraEsai.id – Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini, telah menimbulkan petaka pohon tumbang atau berakibat rusaknya rumah tinggal milik penduduk dan bangunan lainnya.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD, Rabu (20/4) menyatakan, angin kencang yang melanda Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (19/4) sore sekitar 16.30 WIB, tercatat telah mengkoyak sebanyak 63 rumah milik penduduk setempat.
Angin kencang timbul bersamaan dengan turunnya hujan lebat di wilayah tersebut. Namun demikian, tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia maupun luka-luka dari musibah tersebut, ucapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mencatat, dari rumah yang tersapu angin kencang sebanyak itu, 8 di antaranya diketahui rusak berat, 44 rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. Kerusakan teridentifikasi di Kelurahan Tanah Merah dan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.
Meskipun sejumlah warga rumahnya rusak, namun BPBD setempat melaporkan tidak ada warga yang harus pergi mengungsi. Juga tidak ada laporan korban jiwa dan luka-luka akibat insiden tersebut.
Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah akibat hempasan angin kencang. Di samping itu, sejumlah pohon juga bertumbang saat peristiwa itu berlangsung pada sore hari, ujar Abdul Muhari.
Menyikapi kejadian tersebut, BPBD Kota Binjai segera memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak bencana. Petugas juga melakukan pendataan dan koordinasi dengan aparat kelurahan setempat. Personel BPBD yang dibantu warga membersihkan material bangunan yang rusak dan gelimpangan pohon tumbang.
Pada hari ini, Rabu (20/4), tidak terdapat peringatan dini hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara. Meskipun demikian, prakiraan cuaca pada hari ini di Kota Binjai berpotensi cerah berawan hingga hujan sedang.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi fenomena angin kencang. Di samping itu, masyarakat juga perlu mewaspadai peristiwa angin puting beliung yang berpotensi terjadi di saat peralihan musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba.
Menghadapi angin kencang, warga dapat melakukan upaya pencegahan sejak dini, seperti memastikan atap rumah terpasang kuat ataupun memangkas ranting-ranting pohon yang ada di sekitar tempat tinggal. Fenomena pohon tumbang yang akhirnya menimpa rumah warga sering terjadi, dan tar jarang menimbulkan korban jiwa, ucapnya. (LE-SU)







