Kerap Memalak Pedagang, WN India Diamankan Satpol PP Denpasar

Denpasar, LenteraEsai.id – Pradeep Kumar, warga negara asing yang tinggal di Bali namun kerap kali melakukan aksi pemalakan kepada para pedagang dan pengunjung warung di seputaran Kota Denpasar, Bali diamankan pihak Satpol PP Kota Denpasar.

Pria yang diketahui berasal dari India dan menetap di Amerika Serikat itu diciduk dan digiring petugas ketika kembali melancarkan aksinya di Jalan Sudirman Denpasar pada Senin (5/4) sore.

Bacaan Lainnya

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga, Selasa (6/4) mengatakan, penertiban ini dilakukan karena ada pengaduan dari warga masyarakat dan beberapa pemilik warung atau pedagang yang mengaku resah akibat ulah orang asing tersebut.

Setelah ditindaklanjuti ke lapangan, ternyata warga India yang bernama Pradeep Kumar itu kedapatan sedang melakukan aksi pemalakan, yakni meminta secara paksa ke beberapa warung. “Melihat itu, kami langsung mengamankan si bule tersebut,” ujar Sayoga, menegaskan.

Setelah dilakukan pendataan, ternyata orang asing itu sudah sering melakukan tindakan serupa sehingga cukup meresahkan sejumlah pedagang, terutama di kawasan Jalan Sudirman Denpasar.

Selain itu, pelancong tersebut juga tenyata sudah pernah dideportasi dari Indonesia ke Amerika. Hal itu diketahui ketika petugas memeriksat visa dan paspor milik Pradeep Kumar, kata Sayoga.

Kepada petugas, Pradeep Kumar mengaku terus terang telah melakukan aksi pemalakan untuk mengumpulkan uang agar bisa pulang ke negara asalnya.

Mengingat Satpol PP Kota Denpasar tidak menangani warga negara asing, lanjut Sayoga, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan konsulat negara yang bersangkutan, kemudian menyerahkan si orang asing tersebut ke Kantor Imigrasi guna ditindaklanjuti.

Sambil menunggu keputusan, saat ini warga negara asing itu masih diamankan di Kantor Satpol PP Denpasar dan dilakukan rapid test antigen untuk mengetahui kondisi kesehatannya karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid 19.

Lebih lanjut Sayoga mengungkapkan bahwa belakangan ini pihaknya sering mendapat pengaduan dari masyarakat tentang cukup banyaknya warga negara asing yang berulah, bahkan ada mengamuk karena stres kehabisan bekal dan tidak bisa kembali ke negaranya.  (LE-DP)

Pos terkait