Seorang Pramugari Pesawat Sriwijaya yang Jatuh di Laut, Ternyata Warga Denpasar

Denpasar, LenteraEsai.id – Salah seorang pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta–Pontianak yang mengalami kecelakaan jatuh ke perairan laut di kawasan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) sore, ternyata diketahui warga Denpasar.

Pramugari bernama Mia Tresetyani Wadu (22), adalah putri kedua dari pasangan Zet Wadu dan Luh Sudarni, warga yang tinggal di Jalan Tirta Gangga, Gang Tirta Gangga Nomor 4, Banjar Sasih, Desa Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.

Bacaan Lainnya

Mia sudah dipastikan jadi korban dalam kecelakaan pesawat tersebut setelah pihak keluarga menerima informasi resmi dari pihak Sriwijaya Air pada Sabtu (9/1) malam.

Ardi Samuel Cornelis Wadu (25) yang merupakan kakak kandung Mia Wadu (korban) saat ditemui di rumah duka di Panjer, Minggu (10/1) mengatakan, Mia sebenarnya bukan pramugrari yang harus bertugas pada jam penerbangan saat itu. “Tidak dalam penerbangan saat itu,” ucapnya, menandaskan.

Berdasarkan informasi dari teman korban di Tangerang, kata Ardi, Mia  yang merupakan alumni SMA Negeri 6 Denpasar, sebelumnya mendapat jadwal penerbangan malam hari. Namun tiba-tiba jadwalnya diswitch menjadi yang sore hari.

“Teman kosnya bilang sebenarnya dia (Mia) tidak ada di penerbangan itu. Tiba-tiba jadwalnya diganti. Itu saya percaya karena ada screenshot chattnya dari temannya,” ungkap Ardi, menjelaskan.

Ia menceritakan bahwa adiknya Mia sudah jadi pramugari sejak lebih dari tiga tahun lalu. Mia lulus tes setelah tamat SMA tahun 2016. Dikatakan, menjadi pramugari adalah cita-cita Mia sejak SMA.

Pesawat Sriwijaya Air SJ–182 rute Jakarta–Pontianak sendiri diketahui lepas landas pukul 14.36 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta. Sebelum terbang, pesawat tersebut sempat delay selama kurang lebih 30 menit. Beberapa saat setelah lepas landas, pesawat tersebut lost contact. Diduga pesawat terjatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu.

Di rumah duka pihak keluarga menggelar doa bersama untuk kelancaran pencarian para korban oleh petugas. Tampak mereka memasang tenda di depan rumah yang juga dilengkapi dengan sederet kursi.  (LE-DW)

Pos terkait