Denpasar, LenteraEsai.id — Tim peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana mengungkap kematian ratusan pohon mangrove di kawasan Benoa dipicu faktor abiotik berupa paparan logam berat dan senyawa hidrokarbon dari minyak.
Koordinator tim peneliti, Dewa Gede Wiryangga Selangga, menjelaskan pola kematian tanaman terjadi dalam satu blok area, menandakan penyebabnya bukan penyakit biologis, melainkan kontaminasi lingkungan. Pemeriksaan lapangan di sisi barat gerbang Tol Bali Mandara menunjukkan gejala khas pada mangrove, seperti daun menguning hingga kecokelatan, kulit batang mengelupas, pertumbuhan terhambat, akar membusuk, serta penebalan daun.
Hasil diagnosis menunjukkan residu minyak yang meresap ke dalam sedimen tanah dapat menutup pori-pori akar dan bersifat toksik. Senyawa aromatik pada bahan bakar minyak juga berpotensi merusak membran sel tanaman dan menghambat penyerapan nutrisi hingga menyebabkan kematian pohon dalam waktu relatif singkat.
Peneliti mencatat beberapa spesies terdampak, antara lain Sonneratia alba pada area sekitar enam are akibat dugaan rembesan minyak, Rhizophora apiculata pada area sekitar 60 are yang diduga berkaitan dengan kebocoran pipa distribusi, serta Avicennia marina di blok barat tol yang diduga terpapar residu pemeliharaan pipa.
Tim merekomendasikan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pemantauan kesehatan mangrove secara berkala, audit lingkungan terhadap infrastruktur energi, pemasangan sensor deteksi kebocoran pipa, hingga pemulihan ekosistem melalui pembersihan residu minyak dan penanaman kembali vegetasi mangrove.
Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menyatakan masih melakukan investigasi. Dari pengamatan awal fasilitas Terminal BBM Pesanggaran yang berada dekat lokasi terdampak, belum ditemukan indikasi visual berupa lapisan minyak atau bau bahan bakar. Namun perusahaan memastikan akan menelusuri aktivitas operasional beberapa bulan terakhir serta mempercepat langkah pemulihan kawasan mangrove bersama pihak terkait. (LE)







