Kemensos Dampingi Keluarga Pria Asal Sumsel yang Viral Kelaparan

Kemensos Dampingi Keluarga Pria Asal Sumsel yang Viral Kelaparan
Petugas Kementerian Sosial memberikan bantuan untuk keluarga almarhum Randika, pria asal Sumatera Selatan yang sempat jadi perbincangan publik setelah diisukan meninggal dunia karena kelaparan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Jakarta, LenteraEsai.id – Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pendampingan sosial dan ekonomi terhadap keluarga Randika (28), warga asal Sumatera Selatan, yang sempat menjadi sorotan publik usai ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa langkah pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga korban memulihkan kondisi kehidupan pascakejadian yang menimpa salah satu anggota keluarganya.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin memastikan keluarga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar bisa menata kembali kehidupan ke depannya,” ujar Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Kasus meninggalnya Randika sempat ramai diperbincangkan di media sosial dengan dugaan korban meninggal akibat kelaparan. Namun, Kemensos menegaskan berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyebab kematian Randika diduga berasal dari penyakit yang dideritanya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit,” katanya.

Pendampingan dilakukan setelah petugas lapangan dan jajaran sentra Kemensos menelusuri keberadaan keluarga Randika yang tersebar di Kota Palembang, Sumatera Selatan, serta Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kemensos menilai upaya pendampingan penting dilakukan agar keluarga yang berada dalam kondisi rentan dapat memperoleh dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan hidup.

Diketahui, ibu kandung Randika, Rina Susanti, saat ini tinggal di rumah kontrakan di Kabupaten Bogor bersama anaknya dari pernikahan lain, Citra. Rina merupakan orang tua tunggal yang mengandalkan usaha jasa binatu skala kecil dengan pendapatan terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, adik kandung Randika, Nadya, telah berkeluarga dan tinggal tidak jauh dari rumah ibunya. Kondisi ekonomi keluarga Nadya juga tengah tertekan setelah suaminya mengalami pemutusan hubungan kerja.

Berdasarkan hasil asesmen, Kemensos menyiapkan sejumlah intervensi lanjutan, di antaranya pendampingan keluarga melalui Sentra Galih Pakuan Bogor, pengusulan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kewirausahaan untuk memperkuat usaha binatu ibu korban, serta bantuan usaha warung makanan bagi adik kandung Randika. (LE-VJ)

Pos terkait